Bus Damri Edukasi Jaga Jarak Mengaspal di Karanganyar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA – Dua unit bus edukasi jaga jarak milik Perum Damri resmi beroperasi di Kabupaten Karanganyar. Pengoperasiannya memberi contoh penerapan protokoler kesehatan di angkutan umum.

General Manager Perum Damri Cabang Surakarta Sugiyanto mengatakan operasional bus berwarna biru itu bukan berorientasi profit. Meski, penumpang tetap dipungut ongkos naik bus. Per penumpang ditarik Rp10 ribu.

“Kami enggak ambil untung. Tarif Rp10 ribu hanya ganti operasionalnya saja. Penumpanh sudah dapat masker, air mineral dan memakai fasilitas audio bus seperti bernyanyi,” katanya disela launching bus tersebut, Jumat (18/09/2020).

Load factor maksimal 70 persen setara 16 penumpang di bus berisi 21 kursi itu. Edukasi protokol kesehatan dimulai dari penumpang naik, dimana diwajibkan cuci tangan lebih dulu. Setelah dicek suhu dengan thermo gun kemudian menaiki tangga tertutup ruang steril yang menyemburkan cairan disinfektan ke tubuh penumpang.

Tak hanya itu saja, karena pramugari bus akan menyemprot tangan penumpang dengan cairan disinfektan. Baru kemudian penumpang dipersilakan duduk di kursi tanpa silang. Penumpang saling menjaga jarak dengan cara tersebut.

“Jam operasionalnya mulai pukul 16.00 WIB-21.00 WIB. Enggak harus nunggu penumpang terisi 70 persen. Asalkan sudah waktunya berangkat, ya berangkat,” jelasnya.

Rute bus ini melewati jalur selatan kota, mulai dari alun-alun Karanganyar-simpang empat Tegalgede-belok kanan menuju Papahan-alun kota.

Kepala Dinas Perhubungan Karanganyar Sri Suboko berharap model menumpang di bus Damri diadopsi penumpang maupun PO bus yang beroperasi di Karanganyar. “Partisipasi BUMN dalam hal ini Damri sangat dinanti. Tujuan mengedukasi diharapkan sampai ke masyarakat dan pelaku usaha transportasi demi menekan angka penyebaran Covid-19,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI