Cegah Keributan Baru, Pendirian Tugu Pencak Silat di Sragen Dilarang

Pimpinan pengurus cabang dan ranting dari semua perguruan silat yakni 10 perguruan yang hadir di antaranya dari PSHT P16, PSHT P17, Kera Sakti atau IKSPI, Cempaka Putih, Perguruan Asad, Kumbang Malam, Pagar Nusa, Tapak Suci, Perisai Diri dan Garuda Sakti. Dalam paparannya, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan pihaknya tidak ingin masalah polemik perguruan silat terus berlarut-larut.

Meski tidak ada perobohan 206 tugu pencak silat, Bupati menyampaikan Pemkab memutuskan tidak akan ada lagi memberikan izin untuk pendirian tugu baru. “Tidak ada lagi izin pembangunan tugu, apabila dibangun di tepi jalan di tanah milik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten ataupun desa, kecuali patung tersebut berada di area lahan pribadi perguruan dipersilahkan,” ujar Yuni.

Kendati demikian, Pemkab tetap akan melakukan perobohan apabila tugu ataupun patung yang berada di pinggir jalan jika ada faktor pelebaran jalan. Sementara untuk patung yang sudah roboh, pihaknya meminta dibiarkan saja roboh. Jika dibangun kembali maka harus menggunakan izin IMB sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya mohon maaf karena sudah roboh biarkan saja roboh karena kalau dibangun kembali itu berarti membangun kembali harus menggunakan izin IMB sesuai dengan izin yang berlaku,” tandasnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI