Cegah Klaster Baru Covid-19, Lansia Didahulukan Ambil BST

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak 21.412 keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) mulai mengambilnya secara bertahap di pekan ini. Kalangan berisiko tinggi (risti) tertular Covid-19 didahulukan tanpa harus mengantre.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar Waluyo Dwi Basuki mengatakan kalangan risti yang didahulungan di daftar antrean adalah lansia, pengidap penyakit kronis, wanita hamil dan disabilitas. Usai discreening suhu tubuh dan mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun atau menyemprot disinfektan ke tangan, mereka langsung diantar ke meja pengambilan uang bantuan.

“Sambil petugas memverifikasi berkas syarat, simbah-simbah, yang risti dan ibu hamil bisa langsung dilayani tanpa harus mengantre. Ini supaya lebih cepat dan mereka bisa langsung kembali ke rumah. Ini juga mencegah kerumunan,” katanya kepada KR, Jumat (15/1).

Pembagian dipusatkan di tiap kantor kelurahan/desa. Tim Dinsos bersama PT Pos Indonesia selaku mitra penyaluran bantuan menyasar tiga kecamatan tiap hari selama sepekan ini.

“Harus ada pembagian waktu karena jumlah petugas terbatas,” kata Waluyo.

Misalnya di aula kantor Kelurahan Popongan, Karanganyar Kota, BST dibagi ke 391 PKM asal Popongan dan Gayamdompo. Dengan membawa undangan, mereka registrasi calon penerima dengan menyertakan salinan kartu keluarga dan KTP. Jika haknya diwakilkan, boleh menyertakan buktinya seperti salinan buku nikah atau surat kuasa untuk bisa membawa pulang BST tahap I tahun 2021 Rp300 ribu per penerima. Pembagian BST cash and carry dibatasi pukul 09.00 WIB-12.00 WIB dengan penerapan ketat protokol kesehatan.

Lebih lanjut dikatakan, pembagian BST pada putaran kedua mendatang bakal diubah mekanisme undangan.

“Nanti per kebayanan. Bukan per desa. Supaya lebih bisa mengurai kerumunan,” lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan, tiga bantuan pemerintah pusat disalurkan di Januari 2021 yang bertepatan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain BST, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke 64.384 KPM, dan Program Keluarga Harapan (PKH) ke 32.030 KPM. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI