Cegah Korupsi Mulai Dari Diri Sendiri

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Keinginan kuat menghindari korupsi merupakan modal penting memberangus praktik tersebut. Semangat antikorupsi perlu dibangkitkan sejak usia dini.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karanganyar, Iskandar Widodo kepada wartawan usai menggelar aksinya dalam rangka Hari Antikorupsi Internasional (HAkI) di halaman kantornya, Kamis (21/12/2017). Sebelum jam buka pelayanan kantor, seluruh karyawan ikut membentangkan spanduk berukuran besar tertulis slogan antikorupsi. Ihwal lawan korupsi, antikorupsi dan tanpa korupsi diteriakkan lantang para karyawan. Mereka juga berbaris membentuk formasi huruf DJP, singkatan dari direktorat jenderal pajak dan angka 528, yakni kode kantor wilayahnya. Seremoni itu ditandai pelepasan balon pembawa slogan antikorupsi ke udara.

“Di kantor kami, teknologi informasi yang diterapkan pada sistem, mencegah adanya manipulasi. Prosedur standar operasional pelayanan juga sudah madani. Jadi, kebangetan sekali kalau sampai nekat berbuat curang, mengarah ke korupsi apalagi gratifikasi. Maka ia termasuk parah,” katanya.

Pada peringatan HAkI, ia ingin menguatkan kembali komitmen para personel pelayanan pajak sekaligus mengajak masyarakat menghindari perusakan moral akibat korupsi.

Kegiatan dilanjutkan dialog interaktif dengan para peserta didik asal SMAN 1 Karangpandan, SMAN 1 Karanganyar, SMKN 1 Karanganyar dan SMA Muhammadiyah Karanganyar.

Motivator dari Balai Diklat Keuangan (BDK) Magelang, Yohanes Supriyanto menyampaikan pentingnya integritas generasi muda dalam membangun bangsa. Para peserta didik diajak ikut berpartisipasi menyukseskan gerakan antikorupsi.

“Mereka merupakan generasi emas yang akan menggantikan kita sekarang. Kids zaman now perlu diberi pemahaman bahwa gratifikasi merupakan salah satu bentuk tindak korupsi. Jadi harus berhati-hati,” katanya.

Sharing motivasi dari penyelenggara ke peserta didik dikemas cukup menarik melalui lomba yel-yel dan diskusi.

KPP Pratama Karanganyar menyampaikan pula realisasi penerimaan Rp 1.564.207.465.667 hingga 21 Desember 2017 di wilayah wajib pajak Karanganyar dan Sragen. Jumlah ini 82,93 persen target 2017.

“Wajib pajaknya 188 ribu. Diupayakan, penerimaannya bisa 100 persen hingga 31 Desember 2017. Kami berharap pihak bank menyesuaikan jadwal buka layanan pajak. Rencananya, kami melayani sampai 30 Desember pukul 15.00 WIB,” imbuh Iskandar Widodo. (Lim)

BERITA REKOMENDASI