Cegah Transaksi Narkoba, Angkringan Dibenahi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penataan lebih baik lapak jualan angkringan menjadi cara ampuh mencegah peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Para pelaku tindak kriminal itu akan berpikir ulang saat bertransaksi di tempat yang rapi, bersih dan terang. 

"Warung angkringan remang-remang sering dijadikan tempat transaksi narkoba dan barang mencurigakan lainnya. Saya sendiri juga mengalami, warung milik saya untuk begituan. Namun takut menegur apalagi melarang," kata Ketua Agen Anti Narkoba dari kalangan pengusaha angkringan Pamuji yang tergabung di Ormas Gerakan Aspirasi Muda Lawu (Gardal), Rabu (19/6). 

Perbaikan penataan lapak bukan tanpa alasan. Warung miliknya di timur Pasar Jungke, kini dipasang lampu penerang dari sebelumnya redup. Ia memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Bahkan tak jarang, ia mendengar percakapan tentang jual beli barang haram. Selain memberi penerangan lebih, pengusaha warung diminta menyiapkan keranjang atau wadah penampung sisa makanan dan sampah lainnya.

“Dengan warung yang bersih, rapi dan terang, diharapkan mencegah citra buruk angkringan. Pelaku kriminal juga enggan masuk ke warung yang terang,” katanya.

Konsep warung angkringan antinarkoba juga disampaikan dalam sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di posko Gardal, Selasa (18/6). 

Sebanyak 50 peserta sosialisasi dari kalangan pengusaha angkringan berkomitmen menjauhkan diri dan lingkungannya dari peredaran narkoba. Pamuji berencana menyampaikan konsep itu ke rekan-rekan pengusaha angkringan dan warung makan di berbagai kesempatan. Bahkan, sampai ke tempat jualan makanan di pelosok desa. (Lim)

BERITA REKOMENDASI