Cek Protokol Kesehatan, Forkopimda Sukoharjo Sidak Operasional Mal

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait uji coba pengoperasian mal dengan mendatangi The Park Mal dan Hartono Mal Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sabtu (28/8). Para pimpinan daerah Sukoharjo sengaja melakukan sidak untuk melihat secara langsung operasional mal setelah ada kelonggaran buka. Tidak kalah penting sidak untuk mengecek penerapan protokol kesehatan di mal.

Forkopimda Sukoharjo yang ikut dalam sidak seperti Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Agus Adhy Darmawan. Hadir pula dalam rombongan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo dan Camat Grogol Bagas Windaryatno.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Forkopimda Sukoharjo melakukan sidak terkait uji coba pengoperasian mal. Forkopimda Sukoharjo mendatangi dua mal yakni The Park Mal dan Hartono Mal di Solo Baru, Kecamatan Grogol. Sidak dilakukan untuk melihat secara langsung operasional mal termasuk penerapan protokol kesehatan.

Dalam sidak tersebut Forkopimda Sukoharjo melihat penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan dengan baik oleh pihak pengelola mal. Hal itu terlihat dengan adanya penjagaan dan pemeriksaan kepada siapa saja yang masuk mal sesuai protokol kesehatan. Pengelola mal juga memperketat pengawasan dengan tidak membuka semua akses pintu masuk untuk mempermudah pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.

Pemeriksaan semakin diperketat oleh penjaga kepada pengunjung melalui aplikasi PeduliLindungi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui pengunjung telah mendapat vaksin virus Corona sebelum masuk mal.

“Pengunjung yang akan masuk mal harus melakukan scan barcode yang sudah disiapkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kalau yang tidak bisa scan barcode maka bisa menunjukan sertifikat vaksin,” ujarnya.

Etik berpesan pada masyarakat yang sudah mendapat vaksin virus Corona untuk segera menginstal aplikasi PeduliLindungi. Sebab aplikasi tersebut menjadi bukti sudah mendapat vaksin virus Corona sebagai syarat melakukan aktivitas diluar rumah termasuk masuk atau mengakses mal. Namun demikian, bagi masyarakat yang tidak bisa menginstal aplikasi PeduliLindungi melalui handphone maka sebagai solusi cukup menunjukan sertifikat vaksin virus Corona. Baik aplikasi maupun sertifikat memiliki fungsi sama sebagai bukti atau penanda sudah divaksin.

“Protokol kesehatan tetap wajib diterapkan dan diharapkan tidak ada temuan klaster baru penyebaran virus Corona di mal,” lanjutnya.

Etik Suryani berharap uji coba pengoperasian mal dapat menumbuhkan roda perekonomian masyarakat. Sebab pelaku usaha di dalam mal sudah bisa membuka kembali usahanya setelah lama tutup. Dengan demikian perekonomian dapat berjalan meski secara perlahan.

BERITA REKOMENDASI