Cetak Blangko E-KTP Prioritas Pemohon Baru

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penduduk pemegang surat keterangan (suket) pengganti sementara e-KTP diminta bersabar menunggu cetak keping kartu. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar memastikan suket sah dilampirkan untuk berbagai keperluan administratif.

“Blangko e-KTP jumlahnya terbatas. Kita hanya menunggu pengiriman dari pusat, yang tergantung pengadaannya pula. Terakhir pengiriman pekan lalu, hanya 500 keping. Sekarang sudah hampir habis,” kata Kepala Disdukcapil Karanganyar, Suprapto, Senin (19/8).

Lantaran jumlahnya terbatas, cetak e-KTP diprioritaskan bagi pemohon baru atau penduduk usia wajib KTP. Sedangkan untuk kebutuhan di luar itu diberi suket berisi informasi data diri selayaknya KTP asli, namun di lembar kertas HVS. Kebutuhan itu seperti ganti karena hilang, perubahan status, pindah dan sebagainya. Pemegang suket diminta merawatnya karena rawan rusak. Ia memperkirakan 5.000 lembar suket diterbitkan sejak awal 2019.

“Dalam kondisi antrean normal, rata-rata perhari menerima 30-40 KTP di tingkat kecamatan. Saat ini, yang diberi KTP asli, hanya pemohon baru. Yang sudah pernah dapat, tapi meminta lagi karena berbagai alasan, diberi suket,” katanya.

Suprapto mengatakan suket berlaku sah seperti KTP. Mengenai cetak kepingnya, ia belum dapat memastikan. Namun, biasanya dicetak secara kolektif saat paket materialnya diterima dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Jawa Tengah. Baru kemudian didistribusi ke pemerintah kecamatan.

“E-KTP tersebut diterima pemiliknya. Dari pemcam ke pemdes dan kadus/bayan lalu ke pemohon,” katanya.

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto mengatakan kali terakhir keping e-KTP diterimanya pada 28 Mei 2019. Saat itu, ia hanya menerima 100 keping blangko. Iatak menampik selalu ditanya kapan suket ditukar keping e-KTP.

“Sekarang sudah habis. Terakhir hanya 100 lembar blangko. Itupun sudah Mei lalu. Setelah itu, pemohon e-KTP diberi suket. Tiap hari ada belasan pemohon. Kami mengingatkan yang asli disimpan. Untuk kebutuhan lain memakai fotokopinya saja,” katanya. 

Camat Colomadu, Yophie Eko Jatiwibowo mengatakan blangko e-KTP di kantornya juga kosong. Meski begitu, warganya mau memahami kondisi tersebut.(Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI