Cetak KTP Elektronik Prioritas Korban Bencana Alam

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar memasang prioritas pencetakan KTP elektronik pada penggantian kartu yang hilang atau rusak akibat bencana alam.

Selain itu, layanan prioritas berlaku bagi penduduk wajib KTP yang telah merekam data secara elektronik dan perubahan data kependudukan.

Kepala Disdukcapil Karanganyar, Ani Indriastuti mengatakan prioritas cetak KTP elektronik bagi tiga kategori itu diamanatkan Kemendagri. Itu untuk menyikapi minimnya stok keping KTP.

“Kebutuhan di Karanganyar mencapai 60 ribu keping. Stok habis per November 2019. Baru kemarin dapat jatah lagi. Itu pun harus diambil di Jakarta dan mendapat tidak sesuai permohonan. Hanya 6 ribu keping,” katanya kepada wartawan di kantor Setda Pemkab Karanganyar, Senin (13/1).

Menurutnya, kehilangan atau kerusakan dokumen penting sangat mungkin terjadi saat terjadi bencana alam. Dalam hal ini, pemerintah membantu pemulihan di sektor urgen seperti administrasi kependudukan. Pemohon tinggal meminta bantuan perangkat pemerintah kelurahan/desa untuk memproses pembuatan e-KTP. Jika stok tersedia, permohonan tersebut akan didahulukan.

Sementara itu pantauan di kantor Disdukcapil Karanganyar, antrean permohonan adminduk cukup panjang. Di kantor ini tercatat 250 permohonan tiap hari sedangkan di kantor kecamatan sekitar 50 pemohon. Dengan melihat banyaknya pemohon di kantor dinas maupun di 17 kantor kecamatan, Ani memprediksi 6 ribu blangko itu bakal cepat habis. Bagi pemohon yang telah dilayani namun tidak memperoleh keping e-KTP, maka diberi surat keterangan (suket).

“PRR (print ready record) atau siap cetak itu 17.774. Mereka sekarang memegang suket. Silakan ditukarkan ke kantor kecamatan maupun kantor dinas. Sedangkan jumlah pemegang suket dari pemohon karena pindah domisili atau hilang sebanyak 9.870,” katanya.

Dengan hanya memiliki stok 6 ribu keping saja, Ani memastikannya tidak cukup untuk melayani cetak KTP elektronik dari pemohon PRR maupun kategori lain.

“Kasus ini dialami di semua daerah,” katanya.

Meski demikian, ia menjamin penggunaan suket seperti halnya KTP pada umumnya. Pemegang disarankan menyimpan suket secara lebihberhati-hati karena rawan sobek dan rusak akibat berbagai kondisi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan Pemda tak berwenang memproduksi keping KTP. Ia meminta masyarakat bersabar menanti dropping dan aktif menanyakan ketersediaan stok. Mengenai prioritas cetak KTP elektronik bagi korban bencana alam, ia sependapat.

“Korban bencana alam yang ingin meminta KTP karena rusak, silakan saja. Kami membantu menyeluruh. Baik pemulihan fisik dan sebagainya,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI