Chikungu Serang Dua Kecamatan di Karanganyar

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mencatat 25 kasus Chikungunya dalam 1,5 bulan terakhir. Jumlah kasus tersebut tergolong tinggi.

“Baru awal tahun sudah banyak kasusnya. Masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk perlu lebih serius. Data yang dihimpun, dua kecamatan masuk endemis,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Karanganyar, Winarno kepada wartawan, Kamis (18/2).

Data dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karanganyar memperlihatkan ada 25 kasus chikungunya yang muncul mulai dari awal tahun hingga saat ini.

Kemunculan Chikunguya tersebut ada di Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu dan Lingkungan Temuireng, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

Winarno mengatakan ada pergeseran lokasi penyakit Chikungunya dibanding tahun lalu. Sebelumnya, penyakit Chikunguya banyak terjadi di Desa Suruh. Sementara kalau di Karanganyar, berada di Tegalasri dan Badranasri.

Penyebab munculnya chikungunya hampir sama dengan DBD. Sehingga masyarakat diminta supaya lebih menggiatkan gerakan PSN. Meski belum ada kasus kematian akibat Chikungunya, namun perlu menjadi perhatian bersama.

Menurut Winarno, merebaknya penyakit Chikunguya saat ini tidak disebabkan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Karakternya mirip penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes Aegypty yakni demam berdarah. Alasannya, telur nyamuk tidak terlalu lama berada di tempat penampungan air yang ada di luar rumah.

BERITA REKOMENDASI