Cuaca Ekstrim Pengaruhi Perjalanan Pemudik

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Perubahan cuaca ekstrim menjadi kendala utama bagi pemudik khususnya pengguna sepeda motor saat arus mudik dan balik lebaran. Sebab hujan masih sering turun tanpa diduga sebelumnya. Kondisi tersebut berpengaruh pada kesehatan pemudik sekaligus arus lalulintas kendaraan di jalan menjadi semrawut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto, Kamis (29/6) mengatakan, selama arus mudik dan balik sekarang pemudik sangat terpengaruh dengan perubahan cuaca ekstrim. Sebab masih sering turun hujan tanpa bisa diduga sebelumnya.

“Meski cerah namun bisa mendadak turun hujan deras. Hal itu berpengaruh pada pemudik khususnya sepeda motor karena arus lalulintas yang tenang bisa menjadi semrawut karena pemudik tersebut harus berhenti memakai mantol atau jas hujan,” ujar Djoko Indrianto.

Dalam kondisi tersebut juga sering ditemukan kasus kemacetan disejumlah titik seperti di wilayah Kartasura. Sebab pemudik sepeda motor yang melintas cukup banyak. Mereka harus berhenti untuk melindungi tubuh dan barang bawaan mengunakan mantol atau jas hujan. “Kalau pemudik mobil dan bus tidak masalah. Tapi untuk pemudik sepeda motor rawan saat hujan turun,” lanjutnya.
Hujan deras juga menyebabkan sejumlah titik jalan dibeberapa wilayah di Sukoharjo terdapat genangan air. Akibatnya arus lalulintas menjadi tersendat karena pemudik sengaja melambankan kendaraanya saat melintasi genangan air.

“Kalau banjir tidak ada hanya genangan air itupun sifatnya hanya sementara. Tapi pemudik tetap saja harus hati-hati saat melintas,” lanjutnya.

Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Finan Sukma Radipta menambahkan, cuaca ekstrim memang ikut berpengaruh pada kelancaran arus mudik dan balik lebaran. Sebab dalam beberapa hari disejumlah wilayah diguyur hujan deras dan berpengaruh pada kelancaran arus lalulintas kendaraan pemudik.
“Masih ada pemudik memakai sepeda motor dan membawa cukup banyak barang bawaan dan orang. Jadi ketika hujan mereka kosentrasi mereka terpecah karena harus menepi mencari tempat teduh,” ujarnya.(Mam)

BERITA REKOMENDASI