Curah Hujan Rendah, Masih Ada Warga Kekurangan Air Bersih

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Cuaca yang terjadi pada tahun ini sangat ekstrim karena masih ada sebagian warga kekurangan air bersih saat sudah masuk bulan Desember. Hal itu berbeda dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya dimana saat Desember curah hujan mengalami peningkatan bahkan sampai menyebabkan terjadinya banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menjamin kebutuhan air bersih warga terpenuhi.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Senin (3/12) mengatakan, memang posisi sekarang sudah masuk musim hujan. Namun curah hujan yang terjadi sangat rendah dan belum merata disemua wilayah. Kondisi tersebut secara kasat mata dapat dilihat dengan keadaan sumur milik warga dan sejumlah lahan pertanian. Wilayah yang masih merasakan kekurangan air bersih dan kekeringan seperti di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. 

BPBD Sukoharjo sudah melakukan pemantauan di wilayah tersebut dan memang ada temuan warga masih kekurangan air bersih. Bantuan air bersih dijamin dan dikirim BPBD Sukoharjo sesuai permintaan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

"Dibandingkan pada akhir kemarau sekitar Oktober – November lalu posisi warga yang masih kekurangan air bersih sudah turun. Bantuan sudah kami jamin dikirim. Catatan kami sekarang sudah Desember tapi masih ada warga kekurangan air bersih dan itu memang terjadi karena terpengaruh cuaca," ujar Sri Maryanto.

Kiriman bantuan air bersih tidak bisa dipastikan sampai kapan akan dihentikan oleh BPBD. "Kami tidak memakai acuan bulan bantuan dihentikan karena masih ada warga yang membutuhkam maka kami kirim. Kalau acuannya bulan maka secara otomatis sekarang bantuan berhenti dikirim. Sebab pada tahun lalu saja sekitar November sumur warga sudah terisi dan mampu memenuhi kebutuhan hidup karena curah hujan tinggi. Beda dengan sekarang karena masih rendah," lanjutnya.

Catatan BPBD Sukoharjo pada Desember 2017 lalu pada akhir November dan awal Desember beberapa wilayah sudah terkena banjir. Dampaknya dirasakan tidak hanya pada sektor pemukiman warga saja namun juga pertanian dan fasilitas umum lainnya seperti jalan ikut terendam air.

Namun kondisi berbeda terjadi pada Desember tahun 2018 dimana debit air dibeberapa saluran, sungai dan kali masih rendah. Kalaupun ada kenaikan sifatnya sementara setelah turun hujan deras sehari. Selanjutnya setelah itu cuaca kembali terik panas dalam beberapa hari.

"Untuk ternak mungkin masih bisa tertolong dengan air hujan. Tapi kebutuhan warga tetap masih mengandalkan kiriman dari BPBD Sukoharjo," lanjutnya.

Dalam proses pengiriman tersebut BPBD Sukoharjo juga berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat. Hal itu berkaitan dengan data kebutuhan air dan jumlah warganya.

Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Komandan SAR Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, sudah ada komunikasi lintas petugas berkaitan dengan fenomena cuaca yang terjadi sekarang. Sebab meski sudah masuk musim hujan namun intensitasnya masih rendah dan berdampak pada belum terpenuhinya air baik untuk konsumsi rumah tangga maupun bagi pertanian.

Pemkab Sukoharjo sudah meminta kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) maupun lainnya untuk bersiap. Termasuk dalam menghadapi kemungkinan apa saja yang bisa muncul.

"Harus ditanggapi sejak dini. Artinya begini sekarang sudah musim hujan namun faktanya hujan belum mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani dan warga karena masih ada temuan kekurangan. Untuk pertanian harus diantisipasi nanti dampaknya seperti apa. Begitu juga bagi warga yang kekurangan air bersih dicarikan solusinya. Semua perlu melibatkan sejumlah OPD dan lainnya," ujarnya.

Khusus untuk warga yang masih kekurangan air bersih maka ditegaskan Agus Santosa semua kebutuhan dijamin Pemkab Sukoharjo. Pihaknya meminta kepada BPBD Sukoharjo untuk memiliki data riil jumlah warga yang membutuhkan dan berapa kebutuhan air bersihnya. 

"Termasuk juga disektor pertanian saya lihat masih ada beberapa sawah yang belum tanam sekarang. Apakah itu karena faktor kekurangan air saja atau ada penyebab lainnya harus segera ditangani," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI