Curangi Petugas Pasar Murah, Warga Ditolak Beli Sembako

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sejumlah warga ditolak membeli barang kebutuhan pokok bersubsidi di pasar murah Gedung Wanita Karanganyar, Rabu (21/06/2017). Penyebabnya, mereka mencurangi petugas loket penjualan dengan cara menyamarkan tanda bukti telah membeli.

“Ada banyak tadi yang ditolak membeli. Mereka itu pasti sudah memanfaatkan satu kali kesempatan membeli sembako murah, lalu antre lagi. Harapannya bisa dobel,” kata Kasubbag Perekonomian Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Desy Pramudiastuty.

Petugas loket mencoreng tangan pembeli dengan spidol warna sebagai bukti telah memanfaatkan kesempatan di pasar murah. Ketika petugas mendapati tangan pembeli tertoreh tanda itu maupun bekas dihapus, dipastikan tidak akan dilayani.

Dikatakannya, cara ini efektif mencegah tengkulak memborong dagangan. Panitia juga membagikan kartu kendali kepada warga yang berminat. “Kami sengaja membebaskan siapa saja boleh membeli di pasar murah, kecuali tengkulak. Kartu kendali ini memudahkan antrean saja. Dibagikan saat warga datang di halaman Gedung Wanita,” katanya.

Pada putaran terakhir pasar murah ini, enam jenis barang kebutuhan bersubsidi ludes terbeli. Yakni 2,5 ton beras, 1,8 ton gula, 50 karton minyak goreng isi masing-masing 12 bungkus, 40 bal mi instan isi masing-masing 60 karton, dan 50 karton sirup isi masing-masing 12 botol.

Ia mengatakan, barang sisa penjualan dari putaran sebelumnya dihabiskan di lokasi ini. Dari satu paket yang disediakan, pembeli boleh memilih hanya sebagian maupun seluruhnya. Satu paket terdiri 5 kilo beras, 2 kilo gula, dua kemasan migor, 10 bungkus mi instan, satu botol sirup dan dua pres teh.

“Peminatnya sangat banyak. Beras yang biasanya bersisa 10 persen pada tiap penyelenggaraan, sekarang malah laris. Kemarin di Kebakkramat musim panen, jadi warga lebih memilih komoditas lainnya. Paling dicari gula pasir, sedangkan mi, teh dan migor biasa,” katanya.

Pada putaran terakhir kali ini, Pemkab menerjunkan 25 staf penjualan di loket dan sejumlah aparat kepolisian dan TNI. Desy mengatakan estafet pasar murah di 17 kecamatan efektif menekan gejolak harga pasar. Ia menyebut harga beras, daging dan telur stabil hingga sepekan jelang lebaran, justru bumbu dapur impor seperti bawang putih sulit turun.

“Hari ini sampai H-1 lebaran akan lebih ditingkatkan pengawasan pasar. Penyebab kenaikan harga karena permintaan tinggi. Jangan sampai karena stoknya seret,” katanya.

Warga Jungke, Jamilla (45) mengatakan ia membeli tiga paket dengan meminta bantuan dua orang anggota keluarganya. “Butuhnya memang banyak buat lebaran. Selisihnya sedikit Rp 2 ribu tiap kilonya, tapi lumayan juga,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI