Damkar Solo Lumpuhkan Teror ‘Tawon Ndas’ di Jurug

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Dilaporkan sempat membawa tiga korban yang harus memperoleh perawatan di rumah sakit akibat tersengat lebah (tawon endhas) hingga 70 titik sengatan, petugas pemadam kebakaran mengevakuasi sarang lebah di kawasan hutan kota dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Jurug. 
Evakuasi dilakukan dengan mengambil sarang untuk mengamankan ratu lebah, kemudian menyemprotkan cairan busa ke areal sekitar, agar lebah yang berterbangan terjatuh dan mati.

Kepala Dinas Pemdam Kebakaran (DPK), Gatot Sutanto di sela memantau evakuasi, di kawasan TMP Jurug, Kamis (22/2) mengungkapkan, evakuasi sarang lebah, sebenarnya lebih efektif pada malam hari, sebab seluruh koloni berada di dalam sarang. Namun berpertimbangan pada kemungkinan terjadi korban baru, evakuasi dilakukan secepat mungkin. "Begitu memperoleh laporan dari masyarakat, kita langsung tanpa harus menunggu malam hari," ujarnya.

Pada siang hari, sebagian lebah terbang ke luar sarang berburu makanan, sehingga ketika dilakukan evakuasi, tidak semua kawanan lebah dapat dibasmi. Karenanya, untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangbiakan koloni baru, sarang beserta ratu lebah, diamankan lebih dulu. Ukuran sarang lebah, menurut Gatot, sebenarnya hanya berdiameter sekitar 30 sentimeter. Namun melihat kondisi sarang yang telah berlobang sebelum dievakuasi, Gatot menduga pernah terjadi pelemparan, sehingga mengakibatkan kawanan lebah mengamuk.

Celakanya, posisi sarang lebah berada pada salah satu pohon persis di tepi jalur lambat kawasan TMP Jurug yang selama ini sering digunakan masyarakat beristirahat karena berudara lumayan sejuk. Sejumlah warga korban sengatan lebah, kebetulan juga tengah beristirahat sejenak di kawasan tersebut, bahkan satu orang korban lain hanya melintas di jalur lambat lalu dikejar kawanan lebah.

Dalam beberapa waktu terakhir, petugas pemadam kebakaran memang berulang kali melakukan evakuasi sarang lebah, sebagian besar di rumah penduduk. Metode evakuasi dilakukan dengan dua cara, masing-masing penyemprotan cairan berbusa, serta semburan api. Penerapan metode, mempertimbangkan situasi dan kondisi masing-masing guna menghindari dampak ikutan. Seperti halnya evakuasi sarang lebah di kawasan TMP, menggunakan metode penyemprotan cairan berbusa yang relatif lebih aman terhadap keberlangsungan hidup pohon. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI