Dampak Klaster Pernikahan, 35 KK di Desa Lawu Isolasi Mandiri

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Klaster pernikahan di Desa Lawu, Kecamatan Nguter sebagai sumber penularan virus corona berdampak pada 35 kepala keluarga (KK) dalam satu rukun tetangga (RT) terpaksa harus menjalani isolasi mandiri. Mereka wajib menjalaninya karena menjadi kontak erat. Petugas terus melakukan pemantauan sekaligus suplai logistik selama isolasi mandiri.

Camat Nguter Sumarno, Selasa (18/8), mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona bergerak cepat baik ditingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Gerakan tersebut dilakukan berupa penanganan terhadap klaster pernikahan di Desa Lawu, Kecamatan Nguter. Bentuk penanganan tersebut baik terhadap lima orang positif virus corona maupun kontak erat.

Gerak cepat dilakukan setelah dalam klaster pernikahan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia yakni salah satu orangtua mempelai pengantin. Kejadian bermula saat orangtua mempelai pengantin tersebut menghadiri ijab kabul pernikahan anaknya dan kemudian pulang ke Jakarta. Saat di Jakarta tersebut kondisinya sakit dengan keluhan sesak nafas, demam dan batuk.

“Setelah ada temuan lima orang positif virus corona dan ditambah ada satu yang meninggal dunia dari salah satu orangtua mempelai pengantin di Jakarta setelah menghadiri ijab kabul, maka ada 35 KK dalam satu RT kontak erat wajib menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Isolasi mandiri terhadap 35 KK sudah berjalan beberapa hari dan terus mendapat pemantauan dari petugas. Selama menjalani isolasi mandiri tersebut 35 KK sudah mendapatkan suplai logistik dari Pemerintah Desa Lawu, Kecamatan Nguter. Bantuan diberikan mengingat mereka tidak diperbolehkan keluar rumah selama 14 hari hingga dinyatakan sembuh atau tidak tertular virus corona.

BERITA REKOMENDASI