Dampak Pandemi Corona, Jumlah UMKM Melonjak

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukoharjo selama pandemi virus Corona melonjak hingga 350.000 UMKM. Angka tersebut naik signifikan dibanding tahun 2018 lalu berdasarkan data hanya ada 20.580 UMKM. Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mencatat baru 122.000 UMKM yang memiliki dokumen lengkap seperti Izin usaha dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Iwan Setiyono, Senin (18/10) mengatakan, pandemi virus Corona membuat jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo melonjak. Penyebab lonjakan karena banyak masyarakat terdampak pandemi hingga kehilangan pekerjaan setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini membuat masyarakat harus mencari pekerjaan lain salah satunya menjadi pelaku UMKM.

Lonjakan jumlah UMKM juga disebabkan karena faktor banyaknya program bantuan yang disediakan pemerintah ditengah pandemi virus Corona. Salah satunya yakni program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Bantuan tersebut hanya bisa diakses oleh pelaku UMKM. Karena itu masyarakat lebih memilih menjadi pelaku UMKM.

Pelaku UMKM berharap program BPUM dimana pemerintah pusat menyediakan alokasi anggaran bantuan bisa membantu usaha masyarakat. Sebab bantuan modal sangat dibutuhkan ditengah pandemi virus Corona.

“Jumlah pelaku UMKM ditengah pandemi virus Corona melonjak hingga 350.000 UMKM. Masyarakat memilih menjadi pelaku UMKM agar bisa mengakses bantuan melalui program BPUM yang disediakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo ditengah pandemi virus Corona terus melakukan pemantauan dan pendampingan. Petugas juga mendata UMKM yang keberadaanya tersebar merata di 12 kecamatan. Hasilnya diketahui sekarang ada 350.000 UMKM.

Jumlah pelaku UMKM tersebut melonjak sangat tinggi ditengah pandemi virus Corona. Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo pada tahun 2018 mendata hanya ada 20.580 UMKM.

Lonjakan pelaku UMKM akan terus dipantau Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Sebab dimungkinkan masih ada perubahan data dan usaha pelaku UMKM.

“Kami masih terus memantau apakah 350.000 pelaku UMKM yang terdaftar menerima BPUM tersebut masih aktif atau tidak,” lanjutnya.

Iwan Setiyono menambahkan, dari 350.000 UMKM tersebut hanya ada 122.000 UMKM yang memiliki dokumen lengkap seperti seperti Izin usaha dan NIB. Pelaku UMKM tersebut bergerak diberbagai bidang usaha dan keberadaanya tersebar disejumlah wilayah.

BERITA REKOMENDASI