Dampak Tol Soker, Jalan Rusak di Sragen Bertambah

SRAGEN, KRJOGJA.com – Proyek pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker) telah mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sragen rusak. Pihak PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) selaku pemegang konsesi pembangunan tol harus bertanggung jawab terhadap kerusakan infrastruktur jalan tersebut.

Hal ini dikatakan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat tasyakuran pembebasan tanah untuk jalan tol di over pass Kecamatan Masaran, Kamis (28/9/2017). "Selaku bupati, kami nyuwun PT SNJ bertanggung jawab atas kerusakan jalan di Kabupaten Sragen akibat proyek jalan tol," ujar Yuni.

Menurut Yuni, kerusakan jalan akibat proyek tol ini perlu diselesaikan dengan cara duduk bersama antara Pemkab Sragen dengan PT SNJ. Nantinya harus dipetakan atau dipilah ruas jalan mana saja yang rusak akibat proyek tol dan bagaimana caranya diperbaiki.

Yuni mengaku telah bertemu langsung dengan Dirjen Bina Marga dan menyampaikan keluhan jalan rusak akibat proyek tol ini. "Kemarin Dirjen Bina Marga memastikan ruas jalan yang rusak akibat proyek tol akan diperbaiki oleh pemerintah pusat. Tentunya ini harus segera ditindaklanjuti agar janji itu bisa terealisasi," jelasnya.

Dampak lain dari pembangunan tol Soker, jelas Yuni, kendaraan yang melewati perkotaan nantinya akan semakin berkurang. Hal ini jelas berakibat pada perekonomian Sragen yang tadinya ramai akan menjadi sepi. Agar hal itu tidak terjadi pemerintah juga perlu memikirkan bagaimana perekonomian di Sragen agar tidak menurun.

Yuni mengakui kondisi perekonomian yang akan berkurang setelah tol Soker nanti dibuka, harus disiasati dengan pengembangan ekonomi kreatif lokal Sragen. Baik itu produk kerajinan maupun kuliner khas Sragen harus semakin didorong. "Jadi nanti meski tol sudah dibuka, orang tetap menyempatkan ke Sragen berburu kerajinan atau kuliner tersebut. Makanya pemkab harus pintar branding produk khas Sragen," tandasnya.

Pembangunan tol Soker yang merupakan bagian dari tol Trans Jawa tersebut, tambah Yuni, telah menerjang lahan produktif dan pemukiman milik warga Sragen. Setidaknya ada enam kecamatan yang dilalui tol terpanjang di Jawa ini. Beruntung masalah pembebasan lahan sudah diselesaikan dengan baik. (Sam)

BERITA REKOMENDASI