Datangi Rumah Pemudik, Gugus Tugas Kecamatan Sukoharjo Lakukan Swab Antigen

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo gerak cepat melakukan pelacakan dan mendatangi pemudik langsung ke rumah masing-masing. Petugas kemudian melakukan swab antigen kepada pemudik untuk mengetahui kondisi kesehatan. Langkah tersebut dilakukan mengingat sudah banyak pemudik datang masuk wilayah Kecamatan Sukoharjo tanpa melapor ke petugas dan membawa dokumen kelengkapan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo Havid Danang, Sabtu (8/5) mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo menerima informasi sudah ada 346 pemudik datang masuk wilayah Kecamatan Sukoharjo. Mereka datang dalam waktu berbeda dan keberadaanya tersebar disejumlah kelurahan. Para pemudik tersebut setelah datang sebagian sudah melapor ke petugas dan membawa kelengkapan dokumen kesehatan berupa hasil rapid test antigen. Namun banyak pula yang tidak melakukan kedua kewajiban tersebut.

Pemudik tersebut dikhawatirkan bisa menjadi sumber penyebaran virus Corona karena status kesehatan tidak diketahui. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo langsung bergerak cepat dengan mendatangi pemudik ke rumah masing-masing.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo kemudian melakukan swab antigen kepada para pemudik. Petugas mengambil sampel dua orang pemudik disetiap kelurahan. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan petugas secara menyeluruh untuk memastikan kondisi para pemudik.

“Kami gerak cepat langsung turun ke rumah pemudik melakukan pemeriksaan swab antigen. Sebab sudah banyak pemudik datang dan tidak melapor. Hasil pemeriksaan diketahui negatif semua,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Sukoharjo akan terus melakukan pemantauan terhadap pemudik meski hasil pemeriksaan swab antigen negatif. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi munculnya klaster baru penyebaran virus Corona dari pemudik.

BERITA REKOMENDASI