DBD Merebak, Enam Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak di Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Sedikitnya enam anak dan remaja di Dusun Sendang Palang, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, dilaporkan terkena penyakit itu dalam sepekan terakhir.

Mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit (RS) terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Salah satu korban adalah bocah berumur 11 tahun yang sempat kritis selama beberapa hari dan dirujuk ke RS Solo. "Beruntung kondisi bocah itu berangsur membaik meski masih dirawat," ujar Kepala Dusun Sendang Palang, Sutrisno, saat dikonfirmasi Selasa (30/10/2018).

Sutrisno menjelaskan, enam korban serangan DBD semuanya masih anak-anak dan remaja. Yang membuat heran, masih adanya serangan DBD di desanya, padahal sudah beberapa bulan terakhir warga Sendang Palang kesulitan air menyusul musim kemarau panjang. "Saya heran, musim kemarau begini ternyata ada nyamuk DBD. Nggak tahu juga, mungkin dari tempat minum burung peliharaan," ujarnya.

Sutrisno menuturkan kelompok ibu-ibu dukuh sudah bergerak melakukan pengecekan kondisi tandon air ke rumah-rumah. Tapi dia berharap segera ada penanganan oleh tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen. "Harapan kami tim Dinkes Sragen segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengasapan (fogging)," jelasnya. 

Terpisah, anggota DPRD Sragen Fraksi Partai Golkar (FPG) dari Sumberlawang, Muhammad Haris Effendi, mengonfirmasi adanya serangan penyakit DBD di Sendang Palang. Dia sudah melaporkan hal itu kepada petugas Dinkes. Tapi dia menyayangkan belum adanya pengasapan oleh tim Dinkes. "Saya cek sampai hari ini belum ada tindakan fogging. Apa harus menunggu sampai jatuh korban-korban lain," tanya Haris.

Kepala Dinkes Sragen, Hargiyanto, saat dikonfirmasi mengakui adanya laporan serangan DBD di Sendang Palang. Tapi laporan tersebut baru saja dia terima. Dinkes Sragen belum sempat mengambil tindakan di lapangan. "Langkah kami tentu akan cek lapangan dan korban. Setelah itu diputuskan langkah teknisnya," tutur dia.

Hargiyanto menjelaskan Dinkes tidak bisa sembarangan untuk melakukan pengasapan. Secara aturan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan pengasapan. "nanti dicek dulu, kalau memungkinkan, kami segera lakukan fogging," tambahnya.(Sam)

BERITA REKOMENDASI