Desak Penutupan Cafe Black Arion, Massa Geruduk Kantor Setda

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Ratusan warga Gedongan Kecamatan Colomadu menggeruduk kantor Bupati Karanganyar, Selasa (21/6). Mereka menagih janji Bupati Karanganyar Juliyatmono yang tak junjung menutup Kafe Black Arion.

Kali ini, warga yang tergabung di Forum Masyarakat Gedongan Bersatu (FMGB) berjumlah lebih banyak, terdiri kaum hawa, pemuda hingga anak-anak. Pada pekan lalu, mereka mengirim surat mosi tak percaya pada Pemkab Karanganyar perihal penyikapan terhadap keberadaan Kafe Black Arion. Kali ini, mereka membawa spanduk dan poster penolakan berdirinya tempat hiburan itu. Spanduk juga bertuliskan kekhawatiran generasi muda dirusak maksiat.

Kedatangannya ingin beraudiensi dengan para pemegang kebijakan perihal sikap pemkab yang dianggap tak tegas. Kafe di Jl Adi Sumarmo itu sudah diperingatkan Satpol PP sampai tiga kali melalui surat resmi. Bukannya tutup, malah berganti nama dari sebelumnya De Brother.

“Hari ini harus disegel. Kita sudah lama memperjuangkan ini. Sampai delapan bulan. SP ketiga sudah habis Kamis kemarin. Tapi penyegelan gagal. Ada apa dengan Satpol PP. Ada apa dengan Bupati Karanganyar?” kata Ketua FMGB, Bandung Gunadi kepada wartawan.

Bandung mengatakan, pemilik usaha kafe mengemplang perizinan. Mereka baru mengurus online single submission (OSS) namun belum IMB. FMGB juga menyoalkan praktik maksiat di kafe yang menjual miras dan khas hiburan malam.

“Itu berdirinya dari lahan kas desa. SP 3 itu menandakan batalnya sewa menyewa lahan kas Desa Gedongan,” katanya.

Setelah berorasi di depan kantornya, Bupati Juliyatmono menerima audiensi secara tertutup. FMBG diwakili 15 orang. Sedangkan massa lainnya menunggu depan gerbang kantor.

“Masih ada massa yang berjaga di depan kafe Black Arion. Kalau enggak disegel hari ini, kami akan tetap menduduki kantor bupati,” kata pria pengunjuk rasa yang berorasi di atas mobil bak terbuka.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan segera menutup operasional Kafe Black Arion. Ia sudah memerintahkan Satpol PP bergerak. Tak hanya itu, sebanyak 20 tempat usaha mengemplang perizinan juga disegel.

“Kemarin itu kita masih memproses perbup penataan tanah kas desa. Karena pemilik usaha tak juga memenuhi syarat pendirian, maka langsung kita tutup saja,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI