Dhawuh Raja Solo : Malam Selikuran Digelar 5 Juni

SOLO, KRJOGJA.com – Hajat ndalem malam selikuran Kraton Kasunanan Surakarta ditandai dengan kirab seribu tumpeng dari Kraton Surakarta ke Joglo Sriwedari bakal digelar Selasa malam , 5 Juni 2018. 

"Raja Kraton Surakarta Pakoe Boewono XIII bakal miyos sendiri dan 'dhawuh' memerintahkan Pengageng Parentah Kraton Surakarta untuk memimpin prosesi malam ke – 21 bulan Ramadan menyongsong malam lailatul khodar yang diyakini umat Islam memiliki pahala setara dengan 1.000 bulan itu,"ujar Pengageng Parentah Kraton Surakarta KGPH Drs Dipo Koesoemo kepada wartawan di Sasono Putro kompleks Kraton Surakarta, Minggu (03/06/2018).

BACA JUGA :

Tradisi Malem Selikuran Disatukan Kembali

Kraton Surakarta Tanggung Biaya Malam 'Selikuran'

 

Dipaparkan KGPH Dipo Koesomo yang akrab dipanggil Gusti Dipo, prosesi malam selikuran bakal digelar lebih meriah dan khidmad dengan melibatkan pemerintah kota dan dinas pariwisata kota Solo serta aparat keamanan yang mengawal prosesi kirab dari Kraton Surakarta hingga Joglo Sriwedari. 

Disinggung adanya pihak lain yang bakal menggelar kirab malam selikuran tanggal 4 Juni di masjid Agung Surakarta, Gusti Dipo mengatakan, hal itu masalah internal kraton Surakarta. "Namun sesuai perhitungan pemerintah, malem selikuran ya Selasa malam, tanggal 5 Juni. Pun Raja Kraton Surakarta PB XIII sebagai pimpinan tertinggi kraton Surakarta sudah 'dhawuh' atau memerintahkan kalau hajad  malem selikuran  dilaksanakan Selasa malam , 5 Juni 2018,"papar Gusti Dipo.

Prosesi seribu tumpeng, diawali dengan berkumpulnya sentana dalem, abdi dalem sowan di Sasana Putro sambil berbuka puasa bersama. Seribu tumpeng oleh para ulama kraton diletakkan di wadah yang disebut ancak cantaka. Ancak cantaka  merupakan wadah berbentuk kotak yang terbuat dari kayu. 

Para ulama kraton yang mengenakan pakaian beskap berwarna putih lengkap dengan blangkon dan jarik, sibuk membacakan doa untuk tumpeng yang akan dibagikan kepada warga dan abdi dalem. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI