Di Paranggupito, Warga Jalan Kaki 8 Km Demi Air Bersih

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Krisis air bersih yang melanda wilayah Kecamatan Paranggupito Wonogiri semakin memprihatinkan. Akibat musim kemarau ini kalangan warga desa yang tidak mampu membeli air ke tanki-tanki swasta harus 'berburu' air bersih dengan berjalan kaki sejauh 6-8 Km.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Paranggupito, Teguh, Kamis (14/9), mengungkapkan, sudah sekitar tiga bulan terakhir ini wilayahnya tidak diguyur hujan. "Ada 26 telaga di Parang ini (Paranggupito) hampir semuanya sudah pada kering, tinggal 1-2 telaga saja yang menyisakan air namun sudah tidak layak dikonsumsi," paparnya.

Salah seorang warga Desa Johunut Paranggupito menuturkan, air telaga di desa itu sudah bisa diolah. Untuk membeli 1 tanki air bersih (isi 6.000 liter) kata dia, harus menyiapkan dana sektar Rp 120 ribu. "Bagi warga seperti saya ini uang tersebut sangat besar karena tidak bisa beli air terpaksa mencari ke sumber air terdekat yang jauhnya hampir 8 Km," tutur warga yang mengaku bernama Boinem itu.

Menurut Sekcam Teguh, ada 5  desa di wilayah itu mengalami kekeringan atau krisis air bersih yang serius. Kelimanya, masing-masing Desa Ketos, Gendayaan, Gudangharjo, Bayemharjo dan Songbledek. "Harga pasaran air bersih melalui tanki-tanki swasta biasanya tergantung jarak maupun kondisi daerah. Makin jauh akan semakin mahal apalagi kalau daerah tujuan sulit dijangkau tarif bisa dua kali lipat," terangnya. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI