Di Solo, Anak dan Lansia Dilarang Masuk Fasilitas Publik

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Pemkot Solo menerbitkan larangan bagi anak-anak dan orang lanjut usia (lansia) memasuki fasilitas publik seperti pasar tradisional, pasar modern, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata, tempat bermain, serta berkumpul di tempat umum, guna menghindari kemungkinan tertular Covid-19. Larangan yang dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) Solo Nomor 10 Tahun 2020 tertanggal 8 Juni ini, juga diberlakukan bagi orangtua atau siapa pun mengajak anak-anak memasuki fasilitas publik tersebut.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, kategori anak-anak dibatasi mulai dari masih dalam kandungan hingga usia 18 tahun, sesuai Undang Undang yang berlaku. “Karenanya, larangan memasuki fasilitas publik itu, berlaku pula bagi ibu hamil. Ini sebagai upaya perlindungan sekaligus penyelamatan generasi penerus bangsa dari kemungkinan tertular Covid-19,” tandas Rudyatmo di Balaikota Solo, Senin (8/6).

Aturan tersebut juga dijabarkan dalam Surat Edaran Nomor 067/1078 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Penanganan Covid-19 tertanggal 8 Juni, dan berlaku hingga 30 Juni 2020. Sanksi atas pelanggaran tersebut, menurut Rudy, bisa berupa teguran lisan, membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak lagi mengulang tindakannya, ataupun pemulangan paksa ke rumah masing-masing.

Sejak diberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 pada 14 Maret 2020 silam, menurutnya, pandemi Covid-19 di Solo belum juga mereda, sehingga penanganan masih harus dilakukan secara intens. Kegiatan berkumpul yang menumbuhkan kerumunan massa dan kontak fisik, tetap dilarang, kendati sejumlah kegiatan mulai pekan ini dibuka kembali, di antaranya aktivitas di tempat ibadah, kegiatan sosial budaya, fasilitas perekonomian, dan sebagainya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. (Hut)

BERITA REKOMENDASI