Di Sragen, Elpiji ‘Melon’ Tembus Rp 26 Ribu

SRAGEN (KRjogja.com) – Gas elipiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Sragen dikeluhkan menghilang dari pasaran beberapa hari terakhir. Bahkan, harga elpiji 'melon' tersebut melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), tembus Rp 26 ribu pertabung di tingkat pengecer.

Pantauan di lapangan, kelangkaan gas ini terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan. Seperti di kampung Centel Kulon, Kecamatan Sragen, harga gas mencapai Rp 20 ribu per tabung. Sementara di Kecamatan Kedawung dan Karangmalang, harga jualnya juga sudah tinggi yakni Rp 19 ribu. Itupun konsumen harus pesan dulu sebelum membeli.

Kondisi lebih parah terjadi di Sragen Utara, seperti Kecamatan Tangen, Gesi dan Jenar. Di sejumlah kecamatan tersebut, gas sulit didapat dan harganya melambung. Bahkan di pedesaan, harganya tembus Rp 26 ribu pertabung, jauh di atas HET yang ditetapkan Rp 16 ribu pertabung. 

"Harus antri pesan dulu, baru tiga hari kemudian barangnya ada. Itupun harganya sudah mahal, tembus Rp 26 ribu," ujar tokoh masyarakat Tangen, Sragen, Sri Wahono, Kamis (08/09/2016).

Wahono mengaku heran dengan fenomena langkanya gas 'melon' ini, mengingat libur Idul Adha masih beberapa hari ke depan. Biasanya setiap hari agama atau hari libur, stok elpiji memang berkurang. (Sam)

BERITA REKOMENDASI