Di Sukoharjo Kematian Akibat Covid Merata Disemua Kecamatan

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Kasus meninggal dunia positif virus Corona dalam dua hari terhitung 10 Juli-12 Juli 2021 naik sebanyak 17 kasus. Angka tersebut cukup tinggi dan secara akumulasi kasus meninggal dunia per 12 Juli 2021 diketahui sebanyak 574 kasus. Kasus meninggal dunia ditemukan merata tersebar di 12 kecamatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (13/7) mengatakan, kasus virus Corona masih ditemukan di Kabupaten Sukoharjo. Angka kasus terus mengalami peningkatan secara akumulasi. Khusus untuk kasus meninggal dunia positif virus Corona dari data diketahui ada kenaikan total sebanyak 17 kasus terhitung 10 Juli-12 Juli 2021.

Sebanyak 17 kasus meninggal dunia positif virus Corona ditemukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo disejumlah kecamatan. Secara akumulasi kasus meninggal dunia per 12 Juli 2021 diketahui ada 574 kasus. Kasus meninggal dunia paling banyak ditemukan di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Baki masing-masing lima kasus meninggal dunia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat kasus meninggal dunia pada 10 Juli 2021 terakumulasi 557 kasus. Rinciannya, Kecamatan Kartasura 86 kasus, Kecamatan Mojolaban 77 kasus, Kecamatan Sukoharjo 73 kasus, Kecamatan Grogol 59 kasus, Kecamatan Baki 54 kasus, Kecamatan Polokarto 55 kasus, Kecamatan Nguter 38 kasus, Kecamatan Bendosari 29 kasus, Kecamatan Weru 30 kasus, Kecamatan Tawangsari 28 kasus, Kecamatan Bulu 21 kasus, Kecamatan Gatak 7 kasus.

Angka meninggal dunia dua hari kemudian per 12 Juli 2021 ada kenaikan sebanyak 17 kasus dan terakumulasi 574 kasus. Rinciannya, Kecamatan Kartasura 87 kasus, Kecamatan Mojolaban 82 kasus, Kecamatan Sukoharjo 73 kasus, Kecamatan Grogol 60 kasus, Kecamatan Baki 59 kasus, Kecamatan Polokarto 56 kasus, Kecamatan Nguter 41 kasus, Kecamatan Bendosari 30 kasus, Kecamatan Weru 30 kasus, Kecamatan Tawangsari 28 kasus, Kecamatan Bulu 21 kasus dan Kecamatan Gatak 7 kasus.

“Kasus meninggal dunia terakumulasi terus naik. Per 12 Juli 2021 ada 574 kasus meninggal dunia,” ujarnya.

Yunia menjelaskan, akumulasi kasus positif virus Corona per 12 Juli 2021 diketahui ada 8.569 kasus. Rinciannya, 549 kasus isolasi mandiri, 124 kasus rawat inap, 7.322 kasus sembuh dan selesai isolasi mandiri dan 574 kasus meninggal dunia. Dari data tersebut diketahui ada 673 kasus positif virus Corona aktif tersebar disejumlah kecamatan. Seluruh kasus tersebut telah mendapat penanganan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

“Pandemi virus Corona masih ada. Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Sukoharjo terbaru kebijakan pemberlakukan Peningkatan Kedisiplinan Dan Pengetatan Protokol Kesehatan Melalui Gerakan Sukoharjo Di Rumah Saja Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona,” lanjutnya.

Yunia menambahkan, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk membantu pemerintah menekan angka kasus virus Corona. Terlebih lagi sekarang masih diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona mulai 3-20 Juli.

Sementara itu, tim gabungan terus melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Kegiatan semakin diintensifkan disemua wilayah mengingat sekarang masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona mulai 3-20 Juli. Sejak pertama diberlakukan hingga sekarang petugas masih menemukan banyak pelanggaran. Para pelaku langsung mendapat sanksi tegas berupa denda Rp 50.000 untuk perorangan dan Rp 250.000 bagi pelaku usaha. Sanksi berlaku kelipatannya apabila pelaku kembali kedapatan melakukan pelanggaran lagi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, mengatakan, PPKM darurat sudah empat hari diberlakukan sejak pertama dimulai 3 Juli lalu. Tim gabungan langsung turun melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan memantau semua wilayah saat pemberlakuan PPKM darurat. Petugas saat kali pertama operasi hingga sekarang masih sering menemukan pelanggaran.

Pelaku pelanggaran yang ditemukan petugas baik perorangan maupun tempat usaha. Bentuk pelanggaran yang dilakukan perorangan paling banyak ditemukan karena tidak memakai masker saat keluar rumah. Sedangkan pelanggaran dilakukan pelaku usaha karena menimbulkan kerumunan dan melanggar jam operasional.

Sanksi tegas diberikan petugas kepada pelaku pelanggaran perorangan berupa denda sebesar Rp 50.000 berlaku kelipatannya. Sedangkan pelaku usaha hukuman denda lebih besar Rp 250.000 juga berlaku kelipatannya.

Pelaku pelanggaran perorangan yang sudah terjaring jumlahnya sudah mencapai belasan orang. Sedangkan pelaku usaha ada empat warung makan dan satu tempat karaoke ditutup sementara oleh petugas selama dua hari sejak kedapatan melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

“Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan baik dari jajaran Kodim 0726, Polres, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo semakin mengintensifkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Sasarannya disemua wilayah sebab sekarang diberlakukan PPKM darurat. Sukoharjo sendiri masuk level 4 dan masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Operasi yustisi dilakukan Satpol PP Sukoharjo bersama tim gabungan dengan cara berkeliling wilayah. Petugas menyisir mulai dari kota, pinggiran hingga wilayah perbatasan dengan daerah lain dengan sasaran warga dan pelaku usaha. Penegakan protokol kesehatan dilihat di lapangan, dikatakan Heru Indarjo agar pemberlakukan PPKM darurat bisa berhasil.

“Tim gabungan melakukan operasi yustisi sepanjang waktu secara bergantian mulai pagi, siang, sore, malam, tengah malam hingga dinihari. PPKM darurat harus maksimal untuk menekan angka kasus positif virus Corona,” lanjutnya.

Heru mengatakan, dengan intensitas operasi yustisi yang tinggi diharapkan bisa menekan kasus pelanggaran protokol kesehatan. Sebab petugas setiap waktu berada di lapangan menyisir semua wilayah Sukoharjo untuk meminimalisir pelanggaran. Dengan demikian diharapkan kasus positif virus Corona bisa menurun.

“Masyarakat kami minta kesadarannya mematuhi protokol kesehatan. Terlebih lagi sekarang masih diberlakukan PPKM darurat,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI