Diangkat CPNS, Tenaga Penyuluh Dilarang Pindah

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 16 orang Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Kabupaten Sragen menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Jumat (15/9/2017). Mereka dituntut komitmennya untuk mempertahankan Sragen sebagai salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah.

Komitmen itu sangat dibutuhkan mengingat pembayaran gaji dibebankan ke APBD Sragen. "Kalau dulu sebelum diangkat, gaji menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Tapi setelah diangkat CPNS, gaji jadi tanggungan APBD Sragen," ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menyerahkan SK CPNS di Dinas Kehatanan Pangan (Disketapang) Sragen.

Menurut Yuni, setiap sen yang diterima pegawai dari APBD mempunyai nilai tanggung jawab dan komitmen. Sehingga pegawai harus berkontribusi membawa Sragen menjadi lebih makmur dan sejahtera. "Khusus untuk pegawai di Disketapang yang baru saja diangkat, harus bisa mempertahankan Sragen sebagai lumbung padi dan salah satu penyangga pangan nasional," jelasnya.

Yuni juga menegaskan, selama 5 tahun sejak pengangkatan,  mereka tidak diperbolehkan untuk pindah ke daerah lain dengan alasan apa pun. Apalagi kalau kepindahan tersebut untuk mengikuti suami bagi CPNS yang perempuan. "Setelah lima tahun baru bisa mengajukan untuk pindah. Itu pun belum tentu saya izinkan. Harus ada alasan kuat jika ingin pindah ke daerah lain," tandasnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Sarwaka menyampaikan, total di Sragen ada 88 orang THL. Dari jumlah tersebut yang lolos untuk diangkat CPNS baru sebanyak 16 orang. Mereka bakal ditempatkan di sejumlah kecamatan di Sragen seperti, Tanon 4 orang, Sambungmacan 1 orang, Karangmalang 3, Gesi 1, Masaran 2, Gemolong 1, Sukodono 1 dan Kalijambe 1.

Para CPNS itu sejak diangkat, gajinya memang dibebankan ke APBD Sragen. Sementara THL yang belum terangkat, yakni sebanyak 72 orang, pembayaran gajinya masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.(Sam)

BERITA REKOMENDASI