Didominasi Komorbit, Karanganyar Kembali ‘Zona Merah’ Covid-19

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Kabupaten Karanganyar kembali ke zona merah penyebaran Covid-19 per Senin (5/10). Salah satu indikatornya penambahan signifikan kasus terpapar Covid-19 dan kematiannya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwati mengatakan kenaikan jumlah kasus terbanyak pada September. Di tiap pekannya, rata-rata dua pasien Covid-19 meninggal dunia. “Mayoritas terdeteksi komorbit atau penyakit penyerta Covid-19. Biasanya, mereka manula,” katanya.

Berdasarkan data Covid-19 Kabupaten Karanganhyar per Senin (5/10), jumlah positif sebanyak 97 orang dengan rawat inap 47 pasien dan isolasi mandiri 50 orang. Sejauh ini, 28 pasien Covid-19 meninggal dunia. Dari mereka, tercatat kontak erat 703 orang. Meski demikian, akumulasi sembuh sebanyak 396 orang.

Menurutnya, pelaku perjalanan jauh lebih banyak mendominasi penularan dibandingkan klaster tenaga kesehatan (nakes). Wilayah perkotaan paling banyak terlacak pasien positif maupun kontak eratnya. Wilayah perkotaan ini seperti Jaten, Tasikmadu dan Colomadu. Purwanti menyebut pola interaksi di perkotaan yang tinggi serta kepadatan penduduk mempengaruhi.

Lebih lanjut dikatakan, Pemkab Karanganyar ditarget melakukan swab PCR sampai 8.000-an pengambilan sampel oleh Kementrian Kesehatan hingga akhir 2020. Dalam sehari, target 128 kali maksimal terpenuhi 60-70 saja. Hingga akhir pekan lalu, swab PCR tercapai 48 persen dari target tersebut.

Sementara itu Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar memangkas durasi layanan tatap muka mulai 5-9 Oktober 2020. Hasil sementara swab PCR, dua orang pegawai terpapar Covid-19. “Belum semua hasilnya keluar. Sementara, sudah dua pegawai PN terkonfirmasi positif Covid-19. Semua pegawai di sana menjalani swab,” kata Purwati.

Swab PCR terhadap seluruh pegawai di PN merupakan program Dinas Kesehatan Karanganyar. Seluruh pegawai intansi pemerintah juga dijadwalkan swab seperti Kejaksaan, polres, Kemenag dan sebagainya. Kini, swab PCR di PN Karanganyar masih berlangsung. Adapun dua pegawai positif Covid-19 tersebut menjalani isolasi mandiri.

BERITA REKOMENDASI