Diduga Rapuh, Bangunan Penggilingan Padi Ambruk

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Bangunan penggilingan padi di Dukuh Bembem RT 02 RW 03 Desa Gentan, Kecamatan Bendosari ambruk. Penyebabnya diduga karena bangunan sudah rapuh. Pada saat kejadian kondisi bangunan kosong dan hujan deras disertai angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (10/3) mengatakan, kronologis kejadian hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Desa Gentan, Kecamatan Bendosari pada Selasa (9/3) malam. Kemudian pada Rabu (10/3) sekitar pukul 00.30 WIB warga mendengar suara gemuruh. Karena kondisi gelap dan hujan warga tidak mengetahui sumber suara tersebut.

Para Rabu (10/3) pagi warga baru mengetahui sumber suara yang didengar sebelumnya ternyata berasal dari bangunan penggilingan padi milik Sriyono ambruk. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan warga kepada pemilik bangunan penggilingan padi. Warga juga melaporkannya ke pihak desa dan diteruskan ke BPBD Sukoharjo.

Petugas terkait dari BPBD Sukoharjo bersama perangkat desa dan kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk pengecekan bangunan penggilingan padi yang ambruk. Hasilnya diketahui tidak ada korban jiwa. Sebab pada saat kejadian kondisi bangunan penggilingan padi tidak ada aktivitas orang.

Pemeriksaan dilokasi diduga penyebab bangunan penggilingan padi ambruk karena sudah rapuh termakan usia. Selain itu juga diduga faktor hujan deras dan angin kencang saat kejadian.

“Sudah dilakukan pengecekan bersama kepolisian dan diketahui tidak ada korban jiwa. Mengenai penyebabnya diduga karena bangunan penggilingan padi sudah rapuh. Saat kejadian juga turun hujan deras dan angin kencang,” ujarnya.

Akibat bangunan penggilingan padi ambruk pihak pemilik mengalami kerugian besar ditaksir sekitar Rp 40 juta. Kondisi bangunan tersebut sekarang belum bisa digunakan karena mayoritas bangunan ambruk.

“Kami minta masyarakat waspada bencana alam seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI