Diduga Tercemar, Air Sungai Bengawan Solo Menghitam

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Air Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Laban, Kecamatan Mojolaban berubah warna hitam dan bau menyengat diduga akibat tercemar limbah. Belum diketahui pasti sumber pencemaran tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sudah menerjunkan petugas melakukan pengecekan lokasi dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air.

Warga Desa Laban, Kecamatan Mojolaban Wiyono, Kamis (2/7) mengatakan, air berwarna hitam diduga pencemaran limbah terjadi di Sungai Bengawan Solo sejak beberapa hari lalu hingga sekarang. Kondisi air tersebut sangat berbeda dibandingkan sebelumnya berwarna cokelat. Selain itu dilokasi juga tercium bau menyengat sehingga membuat warga sekitar terganggu.

Kondisi tersebut diduga terjadi karena limbah buangan industri dan pelaku usaha disekitar aliran Sungai Bengawan Solo. Limbah tidak terbuang dan mengendap karena debit air Sungai Bengawan Solo menurun drastis akibat kemarau.

Di musim hujan saat debit air Sungai Bengawan Solo tinggi tidak sampah terjadi masalah. Sebab limbah akan terbuang mengikuti aliran air sungai. “Saat musim kemarau kondisinya seperti ini. Limbah mengendap dan tidak mengalir terbuang seperti saat musim hujan. Air sekarang menjadi berwarna hitam dan bau menyengat,” ujarnya.

Dampak pencemaran limbah di Sungai Bengawan Solo juga berdampak pada kerusakan lingkungan. Bahkan ikan dalam jumlah banyak ikut mati.

“Limbah industri dan usaha semua dibuang ke Sungai Bengawan Solo dan sangat terlihat saat musim kemarau,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI