Diduga Tilep Uang Rp 15 Miliar milik PT SHA, Komisaris PT GEN Diringkus Polisi

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengemukakan, bisnis tersebut mulai bermasalah sejak Juli hingga September 2019. Kurun waktu tersebut, tersangka menunggak pembayaran hingga mencapai Rp15 miliar.
Berdasar hasil pemeriksaan, tersangka menjual BBM non subsidi ke customer di bawah harga pembelian. Sehingga, tersangka tidak mampu melunasi pembayaran atas pembelian BBM non subsidi kepada PT SHA.

“Alasan tersangka menjual harga BBM lebih murah dari harga pembelian itu, supaya cepat laku. Hal itu yang membuat tersangka tidak mampu melunasi kekurangan pembayaran sekitar Rp 15 miliar,” jelas Kasat Reskrim Polresta Solo.

Alasan lain kenapa tersangka menjual BBM lebih murah, lanjut Kasat Reskrim, katanya suka-suka menjual dengan harga berapa dan atas keinginan tersangka sendiri.

Ditambahkan Kasat Reskrim, tersangka menjual BBM non subsidi ke sejumlah wilayah, baik di Surabaya maupun Kalimantan. Namun, dari pemeriksaan yang dilakukan tidak ditemukan adanya jual beli yang dilakukan pelaku di wilayah luar Pulau Jawa. “Saat kami cek, ternyata tidak ada penjualan di Kalimantan,” katanya.

Akibat perbuatan tersangka, yang bersangkutan dijerat Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI