Diisukan Korupsi, Perdes Semangar Diimbau Transparan

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Pemerintah Kecamatan Girimarto Wonogiri belum menemukan adanya indikasi penyelewengan anggaran  sejumlah proyek di Desa Semagar. Munculnya tudingan dari sekelompok warga desa bahwa terjadi korupsi yang melibatkan oknum perangkat desa karena mis informasi.

"Tapi agar isu dugaan korupsi itu menjadi terang benderang kami bersama pemerintah desa dan elemen warga khususnya aktivis FPDS (Forum Peduli Desa Semagar) membentuk tim yang secepatnya turun ke lapangan," ungkap Camat Girimarto Suparmo SSos MM, Kamis (15/3/2018).

Dikatakan, pihaknya mengapresiasi FPDS yang diketuai mantan Kades Semagar Suharno dalam memperhatikan sekaligus peduli akan pelaksanaan pembangunan maupun kinerja perangkat desa setempat. Dari pertemuan atau klarifikasi yang kami gelar, ujar Suparmo, belum nampak ada indikasi penggunaan dana di luar ketentuan yang ada.

"Hanya semacam mis karena peran anggota BPD kurang eksis dan proaktif mengawal proyek sehingga wajar jika ada warga yang curiga," demikian Camat Girimarto sembari menambahkan sisa dana proyek atau Silpa masih ada atau utuh.

Seperti diberitakan KRJOGJA.com, kalangan warga Semagar Girimarto yang tergabung dalam FPDS menduga ada tindak korupsi dengan melakukan penyunatan anggaran yang melibatkan oknum Perdes setempat. Selain menyoal proyek rabat jalan di beberapa dusun, anggota FPDS juga mempertanyakan proyek pembangunan sekolah Taman Kanak-kanak senilai Rp 80 juta namun hanya dibangun dengan dana Rp 40 jutaan. Ironis lagi, proyek rabat jalan sebesar Rp 76 juta lebih namun pihak Pemdes Semagar melaporkan proyek tersebut menelan dana Rp 151 juta.(Dsh)

 

BERITA REKOMENDASI