Diliburkan Selama PPKM Darurat, PKL Tagih Kompensasi

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Ratusan PKL terdampak PPKM darurat mengharap kompensasi lantaran aktivitas berdagangnya diliburkan. Kompensasi semacam ini pernah diterimanya saat sterilisasi berlaku beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, seluruh aktivitas berdagang di ruas jalan protokol wajib tutup saat jam malam berlaku pukul 17.00-06.00. Kalangan terdampak meliputi para pedagang di Taman Pancasila dan alun-alun Karanganyar. Ratusan PKL tersebut biasanya berjualan mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

“Dua jam saja buka lapak enggak efektif. Aturan itu sama saja kembali menutup kesempatan jualan. Kalau PKL yang buka pagi bisa jualan. Tapi PKL sore, tutup,” kata Koordinator Lapangan UKM Taman Pancasila, Iriyanto kepada wartawan, Rabu (7/7).

Ia menghitung sebanyak 300 PKL di Taman Pancasila. Lokasi itu steril dari para pedagang selama 24 jam. Biasanya, itu lokasi paling ramai berbisnis kuliner hingga jasa. Dulunya, pemerintah kabupaten memberi bantuan kompensasi selama mereka diliburkan dua pekan pada pemberlakuan PPKM awal tahun ini. Per PKL menerima Rp 300 ribu. Namun sekarang, belum ada informasi bantuan itu bakal diberikan.

“Banyak yang tanya. Apa enggak ada bantuan uang lagi to pak dari pemerintah? Terus mau makan apa selama disuruh libur jualan? Itu pertanyaan dari teman-teman PKL,” katanya.

Hingga hari kelima libur jualan, para PKL bertahan hidup dari berutang dan mengandalkan sisa uang yang tak seberapa. Mereka berharap bantuan uang kompensasi bisa sedikit menopang kebutuhan harian.

BERITA REKOMENDASI