Dinilai Tak Kreatif, Demokrat Tolak Rencana Pemkab Sragen Utang ke Bank

SRAGEN, KRJOGJA.com – Partai Demokrat Sragen menolak rencana Pemkab setempat yang akan hutang ke bank sebesar Rp 200 miliar untuk membiayai pembangunan. Kebijakan hutang tersebut dikhawatirkan bisa menimbulkan persepsi buruh pemerintahan di mata masyarakat.

Penolakan itu disampaikan Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, Sabtu (30/10/2021) di sela peresmian Klinik pengobatan gratis Dadi Peduli di Desa Sepat, Kecamatan Masaran. “Saya tidak setuju dan akan memerintahkan Fraksi Demokrat untuk menolak rencana Pemkab yang akan mencari pinjaman ke bank Rp 200 miliar,” ujarnya.

Budiono mengaku justru kasihan dengan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang terlihat terbebani sampai harus mencari pinjaman hanya untuk membangun Sragen. “Kalau niatnya membangun saya apresiasi, tapi tidak perlu sampai berhutang. Kebijakan itu menunjukkan pemerintah, dalam hal ini bupati, terkesan tidak kreatif dan tidak sabar,” jelas politisi yang akrab disapa Mas Bro ini.

Mas Bro menjelaskan, kebijakan berhutang justru hanya akan membuang-buang anggaran. Sebab, kebijakan utang di bank pasti tidak terlepas dari kewajiban membayar bunga. Dia menggambarkan, dengan asumsi bunga 0,5 persen saja, maka dalam dua tahun angsuran, Pemkab harus membayar bunga ke bank sebesar Rp 20 miliar.

Jika bunganya tidak flat, setidaknya Pemkab harus membayar bunga Rp 15 miliar yakni Rp 10 miliar tahun pertama dan Rp 5 miliar tahun kedua. “Itu gambarannya kalau bunganya 0,5 persen. Kan sayang, uang Rp 15 sampai Rp 20 miliar hanya diberikan cuma-cuma ke bank. Kalau dana segitu untuk mbangun jalan sudah lumayan,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI