Dinilai Tak Mampu, Bajo Tetap Semangat di Jalur Independen Pilkada Solo

SOLO, KRJOGJA.com – Berbagai kendala yang dihadapi saat memutuskan terjun di jalur independen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo tidak membuat patah semangat bagi bakal calon Walikota Solo lewat jalur independen Bagyo Wahyono dan wakilnya FX Suparjo. Kini pasangan Bajo telah berhasil mengumpulkan setidaknya 35.000 lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun form pernyataan dukungan. 

Baca Juga: Lampu Hijau Diberikan PDIP, Gibran Maju Pilkada Solo

"Karena tidak punya dana kami menempuh pendekatan 'door to door' memanfaatkan paseduluran se kasur, se dapur dan se sumur hingga targetnya Februari 2020, sesuai Pasal 42 ayat 1 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada bagi bakal calon independen Pilwalkot Solo kami harus bisa mengumpulkan sebanyak 35.870 KTP pada 19 Februari 2020 mendatang," ujarnya kepada wartawan di rumah kediaman sekaligus rumah Pemenangan Bajo di Jalan Ki Ageng Mangir No 8 Penumping, Laweyan, Solo, Kamis (30/1/2020). 

Bagyo Wahyono, mengungkapkan jika selama ini untuk mendongkrak elektabilitasnya, ditempuh cara cukup sederhana. Silaturahmi ke tetangga, mampir di angkringan wedangan yang diyakini disitu banyak komunitas berkumpul. 

Kalau berbicara blusukan, lanjut Bagyo, jauh sebelum dirinya maju sebagai Balon walikota Solo, sudah dijalani. Sesuai profesinya sebagai disainer busana, Bagyo mengatakan dirinya sudah terbiasa keluar masuk kampung untuk membuat sekaligus membina pedagang kaki lima (PKL) juga penjahit. "Tahunan lalu kami telah membimbing PKL penjahit. Bahkan di rumah saat itu juga ada 60 tailor," ujarnya. Visi dan misi BAJO juga sederhanya yakni tercukupinya papan sandang dan pangan bagi seluruh warga Solo.

Baca Juga: Diah Warih Siap Dampingi Gibran

Cara untuk mencari dukungan suara secara murah meriah dengan filosofi, Sekasur Sedapur Sesumur yang memiliki makna Sekasur, mencari suara dari suami atau istrinya. Sedapur berarti mencari suara dari kumpulan bersama saudara. Sedang Sesumur berarti mencari suara dekat dengan tetangga. "Sosialisasi mencari dukungan, bisa datang dari istrinya, keluarga dan tetangga," papar Bagyo.

Yang pasti, jauh sebelum hari penetapan Calwalkot, Bajo sudah siap segalanya. MMT dari berbagai ukuran, sudah banyak terpampang di berbagai tempat umum. Jalan maupun gang masuk kampung, hingga di dalam kampung cukup banyak ditemui spanduk BAJO. Juga pinggir jalan raya pun MMT Bajo, banyak terpasang. Pertemuan tingkat RT dan RW pun telah dijalani. "Sebagai wong cilik, ya kami merangkul wong cilik untuk diajak menuju perubahan," tandas Bagyo.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI