Dipetakan Jadi Pasar Tumpah, 15 Titik Dalam Pengawasan Pemkot

SOLO,KRJOGJA.com – Sedikitnya 15 dari 44 pasar tradisional di Kota Solo, berpotensi menjadi pasar tumpah, menyusul keberadaan pedagang tiban yang memanfaatkan momentum Lebaran, hingga dikhawatirkan mengganggu kelancaran arus mudik dan balik. Dalam beberapa hari ke depan, Dinas Perdagangan (Disdag) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hendak meningkatkan pengawasan, untuk mengantisipasi peluberan pedagang tiban hingga ke badan jalan raya.

Kepala Disdag, Subagyo, menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (13/6/2017) mengungkapkan, fenomena pedagang tiban memang tak bisa dihindari setiap kali memasuki hari-hari akhir menjelang Lebaran. Pedagang tiban, pada umumnya menjajakan barang dagangan khusus yang terkait dengan keperluan Lebaran, seperti bunga tabur, selongsong ketupat, kembang api, pakaian, dan sebagainya. Mereka mesti diakomodasikan sebab menyangkut rezeki musiman, namun disertai aturan-aturan ketat, sehingga keberadaannya tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Setidaknya, mereka tidak boleh menggelar dagangan di halaman pasar ataupun trotoar, yang berpotensi menjadi pasar tumpah. Sedangkan untuk memfasilitasi pedagang tiban, pihak Disdag menyiapkan areal khusus dengan memanfaatkan space kosong di sekitar pasar. Meski begitu, Subagyo menyebut, pengawasan harus dilakukan ekstra ketat, sebab tak menutup kemungkinan mereka beroperasi di halaman pasar atau trotoar yang dinilai paling strategis. "Setiap kali muncul pedagang tiban dan membuka lapak tidak pada tempatnya, langsung diarahkan berpindah ke lokasi yang disediakan, agar tak sempat berkembang semakin banyak," ujarnya.

Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pedagang tiban di pasar tradisional mencapai ratusan orang. Sedangkan pasar tradisional yang menjadi incaran pedagang tiban, diantaranya Pasar Jongke, Kadipolo, Nusukan, Kleco, Klewer, Gilingan, Sangkrah, Rejosari, Harjodaksino, Gading, Joglo, Pasar Ayam, Pasar Kembang, dan Pasar Gedhe. Sebagian pasar tradisional yang berpotensi menjadi pasar tupah tersebut, berlokasi di tepi jalur utama lalu ointas mudik dan balik Lebaran.

Di sisi lian, Kepala Dinas Perhubungan, Hari Prihatno menambahkan, selain pasar tumpah juga parkir liar sertaq tempat-tempat keramaian, berpotensi menjadi pemicu kemacetan. Sejauh ini, pihaknya telah memetakan beberapa titik yang rawan macet, antara lain, Solo Grand Mall, Solo Square, Solo Paragon, Beteng Plasa, Pasar Klewer, Pasar Singosaren, Pasar Legi, Pasar Nongko, serta Pasar Gede. "Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas, untuk mengantisipasi kemacetan, selain pula pemasangan rambu-rambu portable sementara," ujarnya.

Demikian pula, petugas Dishub dikerahkan mengamankan jalur-jalur rawan kemacetan dengan kewenangan mengalihkan arus lalu lintas. Begitu indikasi kemacetan mulai terdeteksi, petugas akan mengarahkan pengguna jalan raya untuk beralih ke jalur lain, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik.(Hut)

BERITA REKOMENDASI