Direksi BPR Djoko Tingkir Tegaskan Penempatan Dana ABA Sudah Sesuai Aturan

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Jajaran direksi PT BPR Djoko Tingkir Sragen menegaskan penempatan dana antar bank aktiva (ABA) yang selama ini dilakukan sudah sesuai aturan. Direksi juga menyatakan tidak ada pendapatan dari penempatan ABA dalam bentuk fee.

Penegasan ini disampaikan jajaran direksi untuk menepis kabar soal indikasi adanya fee dari penempatan ABA PT BPR Djoko Tingkir ke bank lain. Dirut PT BPR Djoko Tingkir Sragen, Titon Darmasto, didampingi Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, Senin (25/04/2022) mengatakan, penempatan dana antar bank memang diperbolehkan.

“Tidak ada fee dari penempatan dana ke bank lain. Semua penerimaan dari kerjasama ABA ke bank lain sudah masuk pembukuan dan sudah dikroscek oleh OJK (otoritas jasa keuangan) dan tidak ada masalah,” ujar Titon.

Menurut Titon, klarifikasi ini disampaikan terkait adanya dugaan fee yang mencuat di media beberapa waktu lalu. Apalagi dugaan tersebut telah menimbulkan pertanyaan dari masyarakat serta OJK selaku pengawasan perbankan baik Bank Umum dan BPR.

“Kami (direksi) sudah dipanggil OJK dan telah menyampaikan klarifikasi. Atas klarifikasi tersebut pihak OJK dapat menerima penjelasan kami. Makanya kami perlu sampaikan agar tidak ada kesalahpahaman persepsi, dugaan serta spekulasi yang tidak benar di kalangan masyarakat khususnya para nasabah,” tegasnya.

Titon menjelaskan terkait penempatan dana ABA tidak terjadi permasalahan karena penempatan ABA tersebut di Bank Umum sudah sesuai dengan regulasi atau aturan yang berlaku. Serta tidak melanggar terkait penempatan ABA tersebut di Bank Umum.

Lantas, kondisi Bank Djoko Tingkir dalam posisi sangat liguid dengan rasio Bank posisi akhir tahun 2021 CAR 17,884 : Cashratio 22,384 : LDR 80,25 X. Semua ratio dalam kategori sehat sehingga ketika Bank Djoko Tingkir diminta untuk memberikan penempatan ABA di Bank Umum bisa dilakukan.

“Kami melakukan penempatan tersebut agar dana pihak ketiga yang kami kelola dapat lebih memberikan keuntungan bagi perusahaan dengan penempatan di Bank Umum tersebut,” terangnya.

Menurutnya, Bank Djoko Tingkir juga telah banyak mendapatkan prestasi dan penghargaan di tingkat nasional. Di antaranya pada bulan februari 2022 Bank Djoko Tingkir menjadi Bank BPR terbaik nomor 1 se-Jawa Tengah dan terbaik ke tiga nasional dengan kategori BPR yang memiliki asset Rp 250 miliar — Rp 500 miliar versi Majalah Nasional Infobank. Lantas meraih TOP BUMD Awards tahun 2022 dengan peringkat tertinggi BINTANG 5 sebagai BUMD yang memiliki pencapaian kinerja yang baik. (Sam)

BERITA REKOMENDASI