Dirikan Ponpes, Bupati Sepuh Bidik 1000 Santri Kurang Mampu

SRAGEN, KRJOGJA.com – Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono mendirikan pondok pesantren (Ponpes) As Sholawat di Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Ponpes yang dibangun di atas tanah wakaf keluarga Untung Wiyono ini ditargetkan bisa menampung sampai 1.000 santri.

Meski demikian, ponpes yang didirikan di atas tanah wakaf seluas 10.000 M2 atau lebih dari 1 hektare ini akan dibangun secara bertahap mengingat besarnya dana yang dibutuhkan. “Dibangun secara bertahap. Ini sudah empat ruang yang siap, tapi sementara kita batasi dibuka untuk dua kelas dulu. Kita seleksi betul (calon santri), jadi nggak sembarangan. Harus berkualitas,” ujar Untung Wiyono usai penandatanganan ikrar penyerahan tanah wakaf di Masjid Al Hidayah Ndayu, Selasa (19/4/2022).

Bupati Sragen periode 2001-2011 itu menyampaikan Ponpes As Sholawat nantinya akan dikelola oleh yayasan dan pengasuh yang mumpuni. Para santri akan dibiayai oleh pondok sehingga calon santri harus benar-benar terseleksi. Sistem pendidikan akan memadukan ilmu pendidikan formal dan ilmu keagamaan secara komprehensif.

“Jadi siang ditempa ilmu dunia. Anak-anak akan diajarkan bagaimana beternak, menjadi saudagar, bercocok tanam, berwirausaha. Malamnya nanti ditempa ilmu agama untuk akhirat, yang diasuh pak kyai dan ustadz. Di sini santri akan diopeni, tapi juga harus sungguh-sungguh biar bisa jadi orang hebat,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI