Disdag Perkuat Apar dan Personal

SOLO, KRJOGJA.com – Dinas Perdagangan (Disdag) memperkuat fasilitas penanganan bahaya kebakaran di pasar tradisional, baik dari sisi peralatan maupun kemampuan personal. Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (Apar) bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional. Hingga saat ini, setiap pasar tradisional memiliki minimal 10 tabung Apar, dan dinilai mencukupi untuk penanganan awal kebakaran.

Kalangan pemangku kepentingan di pasar tradisional, jelas Kepala Disdagh, Subagyo, menjawab wartawan, di Balaikota, Rabu (6/12/2017), juga diberikan pelatihan penanganan kebakaran dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran. Pelatihan dilakukan secara periodik, bukan saja kepada petugas keamanan pasar, tetapi juga kalangan pedagang serta komunitas lain yang setiap hari beraktivitas di dalam pasar.

Pelatihan kemampuan penanganan kebakaran, menurutnya, sangat penting, sebab peralatan Apar tak akan berarti jika komunitas pasar tak mampu mengoperasikannya. Selain itu, dia juga meminta komunitas pasar melakukan pengecekan rutin tabung Apar setiap enam bulan sekali, untuk memastikan peralatan tersebut berfungsi dengan baik.

Kendati hampir seluruh pasar tradisional telah direvitalisasi termasuk jaringan instalasi listrik yang sering menjadi pemicu kebakaran, namun langkah antisipasi mesti dipersiapkan secara dini. Terlebih beberapa pasar tradisional di Solo pernah dilalap api, diantaranya, Pasar Klewer, Pasar Gedhe, Pasar Nusukan, dan Pasar Mebel Ngemplak. Peristiwa pahit seperti itu tak boleh terulang lagi, ujarnya, termasuk kebakaran akibat keteledoran pedagang sebagaimana terjadi pada salah satu kios di Pasar Depok beberapa waktu lalu, akibat lupa mematikan kompor gas.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK), Gatot Sutanto, menyebutkan, materi pembekalan kemampuan terhadap komunitas pasar tradisional, relatif lebih lengkap dibanding pelatihan serupa kepada komunitas lain. Pembekalan tak saja sebatas kemampuan memadamkan api menggunakan berbagai peralatan, tetapi juga tindakan-tindakan strategis lain ketika api sulit dikendalikan, serta evakuasi. Pasalnya, aktivitas di pasar tradisional melibatkan berbagai elemen, selain pedagang dan komunitas lain, juga konsumen, bahkan wisatawan pada pasar-pasar tradisional tertentu seperti Pasar Gedhe, Pasar Klewer, Pasar Triwindu, dan sebagainya.(Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI