Dishub Sukoharjo Pantau Kendaraan Selama Nataru di Kartasura

SUKOHARJO, KRJOGJA com – Arus lalu lintas kendaraan di bundaran tugu Kartasura dipantau ketat petugas khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo. Pemantauan tidak hanya sebagai pengaturan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) saja, melainkan juga bahan kajian dan pertimbangan pengajuan rencana pembangunan flyover ke pemerintah pusat.

Kepala Dishub Sukoharjo Joko Indrianto, Rabu (25/12) mengatakan, pemantauan sudah dilakukan sejak Jumat (20/12) malam hingga nanti 1 Januari 2020 mendatang. Sebab disaat ini diprediksi ada peningkatan signifikan arus lalu lintas kendaraan bersamaan dengan libur panjang sekolah dan perayaan Natal dan Tahun Baru. Kendaraan dari berbagai daerah masuk bertemu pada satu titik di bundaran tugu Kartasura. Akibatnya pada jam tertentu terjadi kemacetan panjang kendaraan.

Tingginya arus lalu lintas kendaraan juga akan didokumentasikan pihak Dishub Sukoharjo baik untuk kepentingan internal mengatasi permasalahan lalu lintas kedepan maupun diteruskan ke pemerintah pusat sebagai bahan kajian dan pertimbangan usulan rencana pembangunan flyover. Dokumentasi tersebut sebagai bukti nyata adanya kemacetan lalu lintas kendaraan di bundaran tugu Kartasura.

"Selama Natal dan Tahun Baru ini kami terus memantau arus lalu lintas di bundaran Kartasura karena ada peningkatan volume kendaraan. Apa yang terjadi disana kami sampaikan sepenuhnya ke pemerintah pusat sebagai bahan pengajuan pembangunan flyover," ujarnya.

Pada perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini Dishub Sukoharjo sudah melakukan penanganan mengatasi kemacetan arus lalu lintas kendaraan. Bentuknya yakni dengan menerjunkan petugas dan pemasangan rambu petunjuk arah dan lainnya demi kelancaran pemudik.

Dishub Sukoharjo memandang khusus di bundaran tugu Kartasura tidak cukup hanya dengan menempatkan petugas jaga dan memasang rambu lalu lintas saja. Tapi juga membangun flyover agar kendaraan yang melintas tidak terjebak kemacetan.

"Volume kendaraan dan kondisi jalan sudah tidak mencukupi. Terlebih lagi saat momen tertentu seperti arus mudik Lebaran dan Natal dan Tahun Baru ini. Kendaraan dari menumpuk di Kartasura dan perlu pembangunan akses baru berupa jalan layang atau flyover," lanjutnya.

Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IRW) Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelbangda) Sukoharjo Agus Purwantoro, mengatakan, rencana pembangunan flyover di bundaran tugu Kartasura awalnya memang menjadi program daerah dari Pemkab Sukoharjo. Pengajuan usulan telah dilakukan sejak tahun 2017 lalu murni dari Pemkab Sukoharjo. Namun dalam perkembanganya keberadaan flyover tidak hanya menjadi kebutuhan utama daerah saja, melainkan juga provinsi dan pusat. Selain itu ditambah keberadaan status Jalan A Yani Kartasura merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat.

Kebutuhan anggaran membangun flyover Kartasura yang sangat tinggi juga membuat Pemkab Sukoharjo akhirnya melibatkan pemerintah pusat. Keterlibatan juga dilakukan terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan memasukan rencana pembangunan flyover Kartasura dalam rencana proyek strategis.
Keseriusan Pemkab Sukoharjo dalam mewujudkan pembangunan flyover Kartasura diwujudkan dalam Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dengan demikian maka nanti saat pembangunan dilaksanakan sudah memiliki kekuatan hukum. Sebab keberadaan lahan di bundaran tugu Kartasura sudah sah akan digunakan dalam proyek jalan.

"Pemkab Sukoharjo sengaja melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan memasukan rencana pembangunan flyover Kartasura dalam proyek strategis," ujarnya.

Keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bukan tanpa alasan dilakukan Pemkab Sukoharjo. Sebab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 mendatang mendapat target dari pemerintah pusat percepatan pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen. Target tersebut dapat direalisasikan salah satunya melalui pembangunan flyover Kartasura di Kabupaten Sukoharjo.

Dengan adanya percepatan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi merekap proyek-proyek strategis di Jawa Tengah. Pemkab Sukoharjo kemudian menekankan pada infrastuktur pembangunan. Seperti revitalisasi Kali Langsur dan Kali Blambang yang telah ada Detail Engineering Design (DED) dari Pemerintah Pusat. Serta rencana pembangunan flyover di bundaran tugu Kartasura.

"Kami menilai perlu dibangun flyover. Karena di bundaran tugu Kartasura merupakan titik pertemuan kendaraan dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan lainnya," lanjutnya. (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI