Diskon 20 Persen, TSTJ Bidik Penumpang Kereta Api

SOLO, KRJOGJA.com – Manajemen Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) membidik penumpang Kereta Api (KA) untuk berwisata ke destinasi alam di tepi Bengawan Solo ini.  Kiatnya, penumpang KA diberikan diskon sebesar 20 persen hanya dengan menunjukkan boarding pass penumpang kereta saat membeli tiket masuk TSTJ.

Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo DS mengemukakan, tidak ada pembatasan jenis, kelas, maupun tujuan perjalanan kereta saat dihubungi wartawan, di kantornya, Sabtu (18/1), sehingga seluruh pelanggan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperoleh fasilitasi potongan harga ini. Selain untuk mengatrol arus kunjungan ke TSTJ, fasilitasi kepada penumpang KA tersebut juga sebagai upaya mengkoneksikan moda transportasi umum dengan destinasi wisata yang sejatinya memiliki esensi saling keterkaitan.

Jumlah penumpang KA, menurut Bimo cukup besar, dan berpotensi sebagai pangsa pasar TSTJ. Sebagai gambaran disebutkan,
penumpang KA di Stasiun Solo Balapan, baik kedatangan maupun keberangkatan, mencapai 2 juta orang pertahun. ”Belum penumpang KA di Stasiun Jebres dan Purwosari,” ujarnya sembari menyebut, setidaknya 75.000 pelanggan KA itu dapat dijaring berkunjung ke TSTJ.

Upaya mengatrol arus kunjungan ke TSTJ, menurut Bimo dilakukan dengan berbagai cara, baik secara eksternal maupun internal.
Kiat eksternal di antaranya menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam bentuk pemberian fasilitas diskon, dan upaya internal berupa pembenahan objek di kawasan TSTJ. Arus kunjungan ke TSTJ tahun 2020, ditargetkan naik menjadi 764 ribu orang dari
tahun sebelumnya yang mencapai 564.300 orang.

Target kenaikan pengunjung hingga 200 ribu orang itu, menurut Bimo cukup realistis, sebab dalam beberapa tahun terakhir
arus kunjungan menunjukkan trend positif. Bahkan tanda-tanda
capaian target sudah di depan mata, dengan berpatokan pada arus kunjungan pada musim libur Tahun Baru lalu yang mengalami
lonjakan cukup signifikan.

Pengunjung TSTJ pada musim libur Tahun Baru 2020, mencapai
24.600 orang atau naik sekitar 3 ribu orang dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 21 ribu orang. Sedangkan asal pengunjung, lebih didominasi wisatawan dari luar wilayah Solo Raya, setidaknya dapat dideteksi berdasarkan plat nomor kendaraan pengunjung. (Hut)

BERITA REKOMENDASI