Disnakperla Wonogiri Periksa 170 Ribu Sapi

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Nakperla) Wonogiri, Ir Sutardi memerintahkan petugasnya di 25 wilayah kecamatan turun langsung mencek kemungkinan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Populasi sapi di Kabupaten Wonogiri yang hingga kini masih terbesar ketiga di Jawa Tengah dinyatakan aman, belum ditemukan kasus PMK.

“Kita punya populasi sapi sebanyak 170 ribu ekor lebih, belum ada laporan masuk ada yang terkena (penyakit) itu,” tandas Sutardi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (12/05/2022).

Dijelaskan, sejak mencuat wabah PMK pada sapi di luar daerah, Dinas Nakperla Wonogiri mendapat perintah Bupati Wonogiri Joko Sutopo untuk memantau langsung kondisi ternak sapi yang ada. “Jika ada (sapi) yang kena gejala PMK supaya secepatnya melapor ke Dinakperla,” kata Sutardi sembari menambahkan kalangan petugasnya di lapangan belum ada yang menemukan sapi peternak yang terdeteksi terkena PMK.

Kepala Dinakperla mengimbau agar masyarakat khususnya peternak sapi resah atau khawatir yang berlebihan menyusul munculnya kasus PMK di luar daerah. Soalnya, kata Sutardi, Pemkab Wonogiri terus berkoodinasi dengan Dinas Peternakan Jateng dalam hal ketersediaan obat-obatan pencegah penyakit mulut dan kuku sapi.

“Stok obat-obatan maupun vitamin untuk antisipasi PMK kita cukup kok, kalau nanti ditemukan ada kasus positif PMK akan kita tangani segera,” ujar Sutardi. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI