Dispendukcapil Optimistis e-KTP Rampung 100 Persen

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) optimistis rekam data Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), rampung 100 persen pada batas akhir 30 September sebagaimana diisyaratkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Warga yang diketahui belum melakukan rekam data e-KTP, sejak beberapa bulan lalu telah disisir dengan sistem jemput bola ke kelurahan, selain pula mengoperasikana mobil layanan keliling.

Pada triwulan pertama tahun ini, jelas Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil, Ing Ramto, memang sempat ditemukan sekitar 28 ribu warga belum melakukan rekam data e-KTP. Namun saat ini, sebagian besar sudah melakukan rekam data e-KTP melalui proses penyisiran. Tinggal menyisakan warga di 13 dari 51 kelurahan di Kota Solo, dan akan dilayani pada beberapa pekan ke depan," tambahnya, menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (23/8).

Kalaupun hingga batas akhir 30 September mendatang, masih ada warga belum melakukan rekam data e-KTP, diyakini hanya karena KTP ganda atau meninggal dunia, sebab data yang digunakan sebagai dasar penyisiran memang merupakan data lama. Sementara perubahan data kependudukan relatif dinamis selaras dengan mobilitas penduduk.

Proses penyisiran, jelasnya, dilakukan pada sore hingga malam hari selepas jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga warga yang kebetulan bekerja pada siang hari, tersedia waktu untuk melakukan rekam data e-KTP tanpa harus menggangu aktivitas kerja masing-masing. Namanya juga pelayanan, ujarnya, harus diberikan secara total, termasuk melayani di luar jam kerja resmi.

Menjawab pertanyaan tentang sanksi bagi warga yang tidak melakukan rekam data e-KTP hingga batas akhir 30 September mendatang, Ing menyebutkan, pihaknya tidak akan menjatuhkan sanksi khusus. Mungkin saja, mereka hanya akan mengalami kesulitan ketika melakukan urusan administrasi berbasis Nomor Induk kependudukan (NIK), seperti pembuatan paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM) dan sebagainya.

Setidaknya, sampai batas akhir 30 September nanti, data kependudukan seluruh warga yang telah berusia 17 tahun ke atas dianggap final. Dinamika kependudukan selanjutnya, sebatas pada warga yang baru memasuki usia 17 pasca 30 September, serta kemungkinan perubahan data kependudukan, seperti pindah alamat, meninggal dunia, status perkawinan, dan sebagainya. (Hut)

BERITA REKOMENDASI