Dispendukcapil Prioritaskan Penduduk Pemula

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Kendati memperoleh pasokan blanko Kartu Tanda Penduduk elektornik (e-KTP) sejumlah 9 ribu keping, namun tak mampu menuntaskan persoalan penerbitan dokumen kependudukan yang terjadi sejak tahun lalu. Hingga saat ini, daftar antrean pencetakan e-KTP pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Solo, mencapai 24 ribu orang, atau tiga kali lipat dari jumlah kiriman blanko dari pemerintah pusat.

Terkait dengan ketimpangan ketersediaan blanko e-KTP dengan jumlah pemohon, jelas Kepala Seksi (Kasi) Identitas dan Catatan Kependudukan, Dispendukcapil, Subandi, menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (24/10), pihaknya memberlakukan sistem skala priorotas. Sembilan ribu keping blanko e-KTP kiriman dari pemerintah pusat, akan diprioritaskan kepada penduduk pemula, namun telah melakukan rekam data kependudukan yang saat ini tercatat sekitar 8 ribu orang.

Sedangkan sisanya sejumlah seribu keping, dialokasikan kepada warga yang membutuhkan dokumen kependudukan dengan kategori mendesak, seperti e-KTP hilang, rusak, ataupun pindah alamat. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirimkan undangan kepada penduduk pemula berdasarkan daftar antrean dalam posisi print ready record

, untuk mengambil serta melakukan aktivasi dokumen kependudukan. Dalam waktu bersamaan, pihaknya juga memilah pemohon e-KTP berkategori mendesak. "Sedangkan warga yang tidak masuk dalam dua kategori itu, terpaksa harus menunggu hingga datang lagi kiriman blanko e-KTP dari pemerintah pusat yang tidak dapat dipastikan," jelasnya.

Selama ini, puhaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat secara intens, terkait kelangkaan  blanko e-KTP. Begitu diperoleh informasi telah tersedia blanko e-KTP, langsung didelegasikan kurir ke Jakarta untuk mengambil untuk mempercepat pelayanan serta menghindari kemungkinan salah kirim. Dia berharap dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan, pemerintah pusat mengirimkan lagi blanko e-KTP baru.

Sebilan ribu keping blanko e-KTP yang diterima pekan lalu, menurut Subandi, hanya dapat untuk melayani masyarakat dengan waktu dua bulan ke depan. Di sisi lain, pemohon e-KTP di Solo rata-rata setiap hari mencapai 300 orang. Untuk sementara, mereka hanya diberikan surat keterangan pengganti e-KTP yang secara fungsinal memang bisa dipergunakan untuk melakukan transaksi yang terkait dengan dokumen kependudukan. (Hut)

BERITA REKOMENDASI