Dispendukcapil Solo Terapkan Sistem ODS

SOLO, KRJOGJA.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) menerapkan sistem One Day Service  (ODS) untuk seluruh layanan dokumen kependudukan. Layanan satu hari jadi ini, sebenarnya sudah diterapkan sejak beberapa waktu lalu, hanya saja, masih sebatas pada dokumen kependudukan tertentu, serta layanan melalui unit mobil keliling.

Kepala Dispendukcapil, Suwarta, Jumat (02/02/2018) menjelaskan mulai Kamis (01/02/2018 )sistem ODS melingkupi seluruh layanan dokumen kependudukan, mulai dari penerbitan akte kelahiran, Kartu Keluarga (KK), hingga  Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Layanan cepat ini mempersyaratkan yang bersangkutan wajib datang secara pribadi ke kantor Dispendukcapil ataupun unit layanan di kantor kecamatan. Selain itu, melengkapi dokumen persyaratan.

"Syarat tambahan agar warga datang secara pribadi untuk menghindari kemungkinan praktik percaloan. Kendati kemudahan layanan telah diberikan secara cepat, serta imbauan disampaikan berulang-ulang, namun masih saja ada warga dengan berbagai alasan, memilih menyerahkan pengurusan dokumen kependudukan kepada orang lain, dengan membuat surat kuasa," jelasnya.

Suwarta menjelaskan pengurusan dokumen kependudukan melalui orang lain disertai surat kuasa tetap dilayani. Hanya saja mereka tidak boleh menuntut layanan sistem ODS. Pada hari pertama sistem ODS diberlakukan, setidaknya dirampungkan 350 dokumen kependudukan, meliputi penerbitan KK baru, perubahan KK, surat pindah, akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian, pertambahan jiwa, cetak e-KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), legalisir, dan sebagainya. Sedangkan sepanjang Jumat (2/2), dapat dirampungkan sekitar 210 dokumen, terkait hari kerja pendek.

Penerapan sistem ODS, menurut Suwarta, memang dilakukan secara bertahap, sebab menyangkut kesiapan peralatan yang seluruhnya berbasis Teknologi Informasi (TI), Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, dan sebagainya. Bahkan ketika sistem ODS untuk seluruh dokumen kependudukan mulai diterapkan, pihaknya belum berani mengumumkan secara resmi kepada masyarakat. (Hut)

BERITA REKOMENDASI