Dispertan KKP Solo: Jangan Cuci Jeroan di Sungai!

SOLO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KKP), meminta agar panitia penyembelihan hewan kurban tidak mencuci jeroan di sungai yang pada umumnya telah tercemar berat. Akan lebih baik dan sehat jika pembersihan jeroan menggunakan air sumur, sedangkan kotoran dibuang pada septic tank khusus.

Kepala Dispertan KKP, Wenny Ekayanti menjawab wartawan, di sela memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penjualan kawasan mojosong, Jumat (9/8/2019), mengungkapkan, sosialisasi pembersihan jeroan menggunakan air sumur, sebenarnya telah dilakukan secara intens dan berulang-ulang setiap tahun. Namun kebiasaan mencuci jeroan di sungai, hingga kini tetap saja terjadi.

Dari berbagai materi sosialisasi yang dberikan, seperti kesehatan hewan, menjaga agar hewan tidak mengalami stres saat berada di penampungan dan penjualan, teknik penyebelihan dan sebagainya, pembersihan jeroan menggunakan air sumur hingga kini belum bisa direalisasikan. Demikian pula pembuatan septic tank yang memang dialokasikan khusus untuk membuang kotoran saat penyembelihan hewan kurban satu tahun sekali, belum membuahkan hasil maksimal.

Panitia penyembelihan hewan kurban, pada umumnya bersifat tetap yang terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu. Dengan begitu, pembuatan septic tank khusus untuk membuang kotoran hewan kurban, sebenarnya taka terlalu merepotkan, karena bisa dipergunakan dalam angka waktu cukup lama. "Volume kotoran yang dibuang ke septic tank khusus itu tak terlalu banyak, sehingga bisa menampung limbah dalam kurun waktu hingga bertahun-tahun," ujarnya.

Saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di seluruh Kota Solo, Wenny mengapresiasi pengelola penampungan dan penjualan hewan kurban di kawasan Mojosongo yang memutar lagu-lagu bernada romantis di kadang. Upaya sederhana semacam itu menurutnya, bisa menekan stres, bahkan hewan merasa enjoy.

Menjawab pertanyaan kesehatan hewan, Wenny menyebutkan, hampir seluruhnya dilengkapi dengan Surat Ketrangan ksehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Kalaupun diketahui ada hewan tidak dilengkapi dokumen, pihaknya akan menerbitkan SKKH setelah melakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak serta memenuhi syarat.(Hut)

BERITA REKOMENDASI