‘Ditendang’ PDIP, PKS Sragen Bangun Poros Baru

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen mengaku kecewa dengan keputusan DPP PDI Perjuangan yang memasangkan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Suroto untuk maju Pilbup setempat. Keputusan itu sekaligus mengandaskan harapan PKS yang ingin memasangkan kadernya, Dedy Endriyatno untuk kembali berpasangan dengan Yuni.

PKS berencana menggalang koalisi poros baru dengan partai politik (parpol) lain, seperti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Nasdem untuk menandingi koalisi PDIP-PKB tersebut. Ketua DPD PKS Sragen, Idris Burhanudin kepada wartawan Senin (24/2) mengatakan, sejak 2015 pasangan Yuni-Dedy sudah membangun Sragen dengan ‘tagline’ guyub rukun. Guna menuntaskan program kerja, mestinya Yuni-Dedy kembali berpasangan.

Menurut Idris, partainya kecewa dengan keputusan PDIP tersebut dan berniat membangun poros baru. “Mestinya guyub rukun bisa tuntas hingga 10 tahun. Apalagi banyak tokoh masyarakat yang berharap Mbak Yuni dan Mas Dedy kembali berpasangan. Tapi apapun itu sudah diputuskan, dan PKS secepatnya akan menggelar rapat guna menentukan langkah ke depan,” ujarnya.

Diakui Idris, sebenarnya PKS sudah mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan guyub rukun dengan mendaftarkan Dedy sebagai calon wakil bupati ke PDIP. Harapannya Dedy bisa kembali mendampingi Yuni. “Namun ternyata PDIP punya pertimbangan lain, berkoalisi dengan PKB,” jelasnya.

BERITA TERKAIT