Diva Wakili Karanganyar di Festival Dalang Anak Nasional

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dalang bocah perempuan asal Karanganyar, Diva Setiandra Rara Rahmadani (12) mewakili Kabupaten Karanganyar pada Festival Dalang Anak Nasional yang akan diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 21-23 September 2017. Gadis ini akan memainkan lakon Srikandi Meguru Manah.

“Di TMII nanti, durasi mendalang 40 menit. Saya pilih lakon ini karena suka karakter Srikandi. Sosok perempuan yang kuat,” kata Diva saat ditemui KRJOGJA.com di Sanggar Sarutama, Jaten, Selasa (19/09/2017).

Diva belajar mendalang sejak duduk di kelas II sekolah dasar. Berawal dari sekadar menemani bapaknya menabuh kendang di sanggar, lama kelamaan Diva tertarik dengan wayang kulit. Anak semata wayang pasangan Teguh Setiono dan Hendrawati ini memperlihatkan talenta mendalang melebihi anak seusianya. Ia mampu menghafal dengan cepat narasi cerita pewayangan sejak masih belia.

Meski pengucapannya perlu banyak penyempurnaan, namun ia menjadikannya tantangan berkompetisi dengan dalang lainnya yang kebanyakan laki-laki. “Enggak sulit belajarnya. Kenapa harus minder dengan dalang lanang (pria). Bapak ibu dan semuanya memberi dukungan,” kata siswi SMPN 2 Gondangrejo ini.

Saat pentas di TMII nanti, Diva akan mengubah tampilannya dengan memakai kebaya dan sanggul. Ia mengaku tak sabar menunjukkan dirinya di hadapan para maestro karawitan nusantara, bahwa seorang gadis perempuan bisa mendalang.

Hendrawati, ibunda Diva mengatakan putrinya itu bercita-cita menjadi dalang kondang seperti Ki Mantep Soedarsono. Selain itu, Diva berhasrat mengajar seni pedalangan di perguruan tinggi.  “Anak saya ini kepingin jadi dalang dan dosen ISI dewasa nanti. Doakan saja cita-citanya terkabul,” ujarnya.

Pengajar di Sanggar Sarutama, Mujiono mengakui kehandalan Diva dalam menghafal narasi. Ia memberi kelas khusus bagi Diva selama sebulan terakhir jelang pentasnya di Festival Dalang Bocah Nasional.

“Tinggal mengarahkan cak-cakan atau logika penalarannya. Saya sengaja mengirimnya ke Festival Dalang Bocah Nasional karena kemampuannya di atas rata-rata murid seusianya,” katanya.

Selain Diva, empat dalang cilik diutus mewakili eks karisidenan Surakarta dan sekitarnya di festival itu. Mereka dari Boyolali, Magelang dan Semarang. “Dalang cilik ini pilihan terbaik dari daerah masing-masing. Usia 8-15 tahun,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI