Diwaspadai Kendaraan Ngebut, Beban Berlebih dan Terlalu Besar

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Volume kendaraan roda empat atau lebih yang masuk jalan tol Solo-Ngawi diprediksi 25 ribu unit per hari selama libur Natal dan akhir tahun 2019. Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalur bebas hambatan itu, diberlakukan mekanisme pengaturan kecepatan laju maksimal, batas muatan dan dimensi kendaraan.

Hal itu diutarakan Direktur Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo kepada wartawan usai menyerahkan secara simbolis empat pos pemantauan kepolisian ke Polres Karanganyar di empat pintu gerbang tol di Kebakkramat, Senin (25/11). Empat pos pemantauan kepolisian itu dibangun PT JSN di pintu tol Kebakkramat, Gondangrejo, Klodran dan Ngasem.

“Diharapkan operasional pos pantau membantu tim mengamankan lalu lintas saat Natal, tahun baru dan lebaran tahun 2020,” katanya.

Ia memprediksi puncak arus lalu lintas liburan Natal di tol wilayah Solo-Ngawi sepanjang 90 kilometer pada tanggal 21 Desember. Sedangkan puncak arus lalu lintas liburan tahun baru pada 28 Desember. Volumenya memang jauh lebih sedikit dibanding libur lebaran sebanyak 60 ribu unit. Namun, tingkat kerawanan relatif sama. Pihaknya mengupayakan minimalisasi tingkat kecelakaan dan fatalitas korban.

“Selama Januari sampai sekarang, jumlah kecelakaan di tol 100 kejadian lebih. Penyebabnya banyak hal seperti pecah ban, sopir mengantuk dan sebagainya. Dari situ, 13 korban meninggal dunia,” katanya.

Pihaknya meminta kerjasama kepolisian untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan pelanggar batas kecepatan, kelebihan muatan dan kelebihan dimensi. Tiga hal itu dapat memicu kecelakaan. Perusahaan ini juga memasang CCTV tiap 1 kilometer  dengan perangkat pemantau kecepatan maksimal 100 km/jam di sela-selanya.

“Kita mengimbau patuhi batas kecepatan dan perhatikan rambu,” katanya.

Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi menyanggupi kerjasama meminimalisasi kecelakaan lalu lintas di jalan tol. Sebelum penindakan, bakal dilakukan sosialisasi. Ia menyampaikan perlunya penambahan rambu dan lampu penerangan.

“Kaveling kami di KM 505-519. Tentu harus sinergi dengan Polres sepanjang tol seperti Boyolali, Sragen dan Ngawi. Pos pemantauan itu sangat dibutuhkan mengantisipasi kesemrawutan dan kecelakaan,” katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI