DKK Karanganyar Distribusi 5 Ribu Alat Swab

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mendistribusi 5 ribu kit rspid swab antigen ke 21 puskesmas. Bantuan logistik pencegahan penularan Covid-19 dari Pemprov Jawa Tengah tersebut menyasar pelaku perjalanan jauh dan mendukung kebutuhan tracing kasus.

“Sebanyak 5.000 kit logistik swab antigen itu bantuan Pemprov Jawa Tengah. Setelah kami mengajukannya. Antisipasi bagi pelaku perjalanan jauh yang berada di Karanganyar jelang lebaran. Bisa dikatakan pemudik yang sudah terlanjur tiba di kampung halaman. Kita tidak menutup mata tentang fenomena pulang mudik ini di tengah pandemi,” kata Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Dwi Rusharyanti, Jumat (30/04/2021).

Petugas puskesmas diminta aktif memantau pemudik dengan melibatkan bidan desa dan Satgas Jogo Tonggo. Jika ditemukan pemudik atau keluarganya bergejala, bisa dilakukan rapid swab antigen.

Sementara itu Polres Karanganyar mendirikan delapan pos penyekatan, pemantauan dan pelayanan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Petugas di pos-pos tersebut fokus pada antisipasi penyebaran Covid-19.

Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito mengatakan telah menyusun daftar petugas piket di delapan pos. Pospam tersebar di Exit Tol Klodran, Ngasem, Kebakkramat dan Gondangrejo. Sedangkan pos pelayanan berada di Karangpandan dan Tawangmangu.

Selanjutnya, pos pelayanan terpadu berada di Alun-alun serta pos penyekatan berada di Cemoro Kandang Tawangmangu. Petugas bertanggung jawab memastikan tujuan kendaraan dari luar Jateng saat melintas di pos penyekatan. Kemudian memeriksa identitas serta jika memungkinkan, pengemudi dan penumpang dirapid tes antigen.

“Prioritas kendaraan luar kota atau yang mudik. Kita lakukan pemeriksaan dan swab antigen,” ujarnya, Sabtu (01/05/2021).

Adapun pos penyekatan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah terlebih dulu didirikan. Pada saat berlaku larangan mudik, kendaraan luar jateng bakal diminta putar balik atau ditolak masuk ke jateng. Meskipun mereka menunjukkan hasil swab negatif atau sudah vaksinasi, tetap tidak diizinkan melintas. Kecuali bisa menunjukkan surat dinas dalam keperluan birokrasi dan pelayanan masyarakat. (Lim)

BERITA REKOMENDASI