DKK Sukoharjo Belum Laksanakan Imunisasi MR

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Imunisasi Measles Rubella (MR) atau Campak dan Rubella kemungkinan besar tidak dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo karena sudah terlaksana pada Tahun 2017. Untuk Tahun 2018 hanya dilaksanakan imunisasi campak saja selama bulan Agustus kemarin yang menyasar anak sekolah. Meski begitu Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo siap sepenuhnya apabila ada masyarakat yang menginginkan mendapatkan pelayanan imunisasi MR karena belum terlayani tahun lalu dan vaksin sudah disiapkan gratis oleh pemerintah.

Plt Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (13/9) mengatakan, sampai sekarang di Kabupaten Sukoharjo pada Tahun 2018 memang belum melaksanakan imunisasi MR. Sebab pelaksanaan imunisasi MR secara besar sudah selesai pada Tahun 2017. DKK Sukoharjo pada tahun ini hanya fokus melaksanakan imunisasi campak dan sudah selesai pelaksanaanya pada Agustus kemarin.

Imunisasi campak digelar DKK Sukoharjo disemua sekolah dan menyasar anak anak. Kegiatan disasar dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) disemua sekolah. Siswa di sekolah yang disasar dipastikan mayoritas sudah mendapatkan imunisasi campak.

Program imunisasi campak masih akan dijalankan apabila ada anak yang belum mendapatkan pelayanan. DKK Sukoharjo menjamin agar anak dapat menerima imunisasi campak.

"Sukoharjo hanya melaksanakan imunisasi campak saja disemua sekolah pada Agustus kemarin. Sedangkan imunisasi MR tidak karena program tersebut secara massal sudah kami selenggarakan pada Tahun 2017," ujarnya.

Pada pelaksanaan imunisasi yang menyasar anak atau siswa sekolah maka DKK melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Hal itu dimaksudkan agar siswa bersedia mendapatkan imunisasi dan tidak ada penolakan.

Meski belum melaksanakan imunisasi MR sekarang namun DKK Sukoharjo tidak menutup kemungkinan pelaksanaan pada waktu tertentu. Hal itu menyesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah pusat agar semua anak di Sukoharjo bisa mendapatkan imunisasi MR.

"Pada Tahun 2017 anak anak yang jadi sasaran sudah mendapatkan imunisasi MR. Kalaupun ada yang dulu menolak sebenarnya sudah dilakukan pendekatan dan sosialisasi oleh petugas. Kalaupun mereka nanti meminta dapat vaksin maka akan kami jalankan kembali imunisasi MR pada mereka yang belum mendapatkan," lanjutnya.

DKK Sukoharjo sendiri melalui petugasnya masih terus memberikan sosialisasi pada masyarakat. Sosialisasi dimaksudkan sebagai langkah pendekatan mengingat masih ada sebagian lapisan masyarakat menolak anaknya mendapatkan imunisasi MR. Sosialisasi dilaksanakan DKK dengan melibatkan sejumlah petugas terkait lainnya seperti tokoh agama dan ulama.

DKK Sukoharjo melakukan persiapan sebelum pelaksanaan imunisasi MR dengan sosialisasi ke masyarakat. Langkah tersebut merupakan bentuk pendekatan petugas pada kelompok sasaran sebab masih ditemukan adanya penolakan.

Penolakan tersebut diketahui dari hasil kerja petugas yang terjun melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu penolakan juga ditemukan petugas pada saat pelaksanaan imunisasi MR tahun lalu.

"Sebetulnya anak cukup mendapatkan sekali imunisasi MR. Pemerintah terus memantau disemua daerah termasuk di Sukoharjo dimana masih ada anak yang belum dapat imunisasi MR pada tahun lalu dan akan diberikan tahun ini," lanjutnya.

Program imunisasi MR baru akan dihentikan di Sukoharjo apabila semua anak sudah mendapatkan. DKK Sukoharjo tidak hanya mengandalkan data tapi juga pemantauan dan laporan dari masyarakat. Petugas mempersilahkan masyarakat melapor apabila ada anak yang luput dari pemantauan dan pendataan untuk mendapatkan imunisasi MR.

Data dari DKK Sukoharjo pada pelaksanaan imunisasi MR tahun 2017 lalu menyasar sebanyak 195.276 anak dengan usia 9 bulan sampai 15 tahun. Pada pelaksanaanya sudah tercapai sebesar 95 persen dan dianggap berhasil. Sedangkan 5 persen sisanya belum mendapatkan imunisasi MR karena berbagai alasan kebanyakan seperti penolakan dan pindah penduduk. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI