DKK Sukoharjo Siapkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Editor: Agus Sigit

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, mengatakan, peta wilayah rawan banjir di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 ini masih sama seperti tahun sebelumnya dan tidak ada perubahan. Wilayah tersebut berada di dekat Sungai Bengawan Solo.

Sungai Bengawan Solo menjadi sumber banjir saat musim hujan karena tidak mampu menampung air hingga meluap ke wilayah sekitarnya. Hal tersebut terjadi setelah Sungai Bengawan Solo menjadi tampungan air dari berbagai sungai yang mengalami dibeberapa wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Aliran air berasal seperti Kali Samin, Kali Langsur, Kali Sawur dan lainnya.

BPBD Sukoharjo sudah selesai melakukan pemetaan wilayah rawan bencana alam salah satunya banjir. Warga yang tinggal di wilayah rawan bencana alam sudah diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan sekarang mengalami peningkatan.

Wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Grogol meliputi Desa Kadokan, Desa Pandeyan dan Desa Telukan. Desa tersebut rawan banjir karena berada di dekat Sungai Bengawan Solo.

Di Kecamatan Grogol wilayah rawan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo lainnya yakni Desa Langenharjo dan Desa Madegondo. Kedua desa tersebut rawan banjir karena limpasan air dari beberapa saluran dan sungai yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo. Air tidak mampu dibuang dan ditampung di Sungai Bengawan Solo karena penuh sehingga kembali ke wilayah asal sehingga menyebabkan banjir.

“Peta wilayah rawan banjir masih sama. Seperti Kecamatan Grogol, Mojolaban dan Polokarto karena dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.

Di wilayah Kecamatan Mojolaban rawan banjir terjadi di Desa Laban, Tegalmade, Gadingan, Plumbon, dan Palur. Di Kecamatan Polokarto di Desa Pranan, Desa Bugel dan Desa Ngombakan. Di Kecamatan Baki di Desa Ngrombo, Desa Kudu dan Desa Mancasan.

Wilayah rawan banjir juga terjadi di Kecamatan Weru meliputi Desa Karakan dan Desa Grogol. Di Kecamatan Bulu terjadi kerawanan bencana alam tanah longsor seperti di Desa Kamal.

“Bencana alam banjir terjadi karena luapan Sungai Bengawan Solo, Kali Samin, Kali Langsur, Kali Siluwur dan lainnya,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo sudah meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai kerawanan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. Beberapa wilayah rawan sudah mendapat pemantauan ketat dari petugas gabungan.

“Sudah dilakukan koordinasi bersama melibatkan semua pihak terkait. Sebab penanganan bencana alam menjadi tanggungjawab semua pihak,” lanjutnya. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI